Menu

Mode Gelap
Usai Penantian Empat Dekade, Kanada Akhirnya Pecah Telur di Piala Dunia GNTL Batam: Tingginya Kasus HIV Harus Jadi Alarm Serius, Pemko Diminta Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Generasi Muda Harumkan Nama Bintan, Miswanto Dianugerahi Penghargaan Kalpataru Adya 2026 Pemkab Bintan Sosialisasikan Program BSRTLH 2026, 44 Unit Rumah Siap Direhabilitasi Bunda Literasi Bintan Buka Lomba Bertutur SD/MI Tahun 2026 Kodaeral IV Batam Gagalkan Kiriman Sabu Ekstasi Rp 1, 9 Miliar dari Malaysia

Kepri

Wagub Nyanyang Hadiri Sannipata Waisak 2570 BE, Tegaskan Kepri Rumah Besar Kerukunan dan Toleransi

badge-check


					Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Ketua Permabudhi Kepri Hengky Suryawan berfoto bersama penerima bantuan pada peringatan Sannipata Waisak 2570 BE/2026 dilaksanakan Permabudhi Provinsi Kepri, Sabtu (30/5/2026). Perbesar

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Ketua Permabudhi Kepri Hengky Suryawan berfoto bersama penerima bantuan pada peringatan Sannipata Waisak 2570 BE/2026 dilaksanakan Permabudhi Provinsi Kepri, Sabtu (30/5/2026).

Faktabatamnews.com. Dompak-Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menghadiri Kegiatan Sannipata Waisak 2570 Buddhasakara Tahun 2026 yang digelar di Jalan Merdeka, Tanjungpinang, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Daerah (PD) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Kepulauan Riau, menjadi momentum kebersamaan umat Buddha sekaligus memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kepri. Dalam sambutannya, Nyanyang mengatakan Sannipata Waisak bukan sekadar perayaan tahunan, namun merupakan momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai universal yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Perayaan ini mengajak seluruh umat menumbuhkan cinta kasih, perdamaian batin, kesederhanaan, serta semangat berkorban demi kebaikan sesama. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.

“Perayaan ini menjadi pengingat bagi kita untuk membersihkan hati dari egoisme, menjernihkan pikiran dari prasangka, serta memperkuat komitmen dalam menebar kebajikan di tengah masyarakat,” kata Nyanyang.

Ia pun menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, budaya, bahasa dan agama.

Keberagaman tersebut, katanya bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang menjadi modal utama pembangunan daerah.

“Masyarakat Kepri telah membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat yang memisahkan, tetapi mozaik indah yang saling melengkapi. Di atas tanah beradat Melayu ini, kita hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati,” ujarnya.

Menurut Nyanyang, keharmonisan dan toleransi yang tumbuh di Kepulauan Riau bukan sekadar konsep. Nilai tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang dipraktikkan setiap hari.

Wagub Nyanyang memberikan kata sambutan.

Karena itu, ia berharap momentum Sannipata Waisak dapat semakin memperkuat persaudaraan lintas agama yang selama ini terjalin baik di Kepulauan Riau.

“Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kokohnya kerukunan di Kepri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nyanyang berharap perayaan tersebut memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Salah satunya melalui penguatan spiritualitas yang mampu mendorong lahirnya energi positif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, momentum kebersamaan ini diharapkan semakin meningkatkan keharmonisan sosial dan mempererat kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Kepulauan Riau.

Ia juga berharap suasana damai yang dirasakan dalam perayaan Waisak dapat dibawa ke lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, kedamaian tersebut dapat menjadi modal sosial yang kuat dalam menjaga kondusivitas daerah.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang mengucapkan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhasakara kepada seluruh umat Buddha di Kepulauan Riau.

“Mari kita terus berjalan bersama, saling menghormati, dan bergotong royong untuk membangun Kepulauan Riau yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Ketua Permabudhi Kepri Hengky Suryawan, pimpinan instansi vertikal, unsur Forkopimda Kepri, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta para bhante dan biksu. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gubernur Ansar Paparkan Penataan Infrastruktur Kawasan Pulau Penyengat di Tiga Kementrian

13 Juni 2026 - 00:02 WIB

Terima Audiensi Gubernur Ansar, Wamen Giring Nyatakan Dukungan Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa

12 Juni 2026 - 00:23 WIB

Pemprov Kepri Jalankan Program DIGI-GO Internship, Upaya Perkuat Kompetensi ASN dan Transformasi Digital

11 Juni 2026 - 02:14 WIB

Polda Kepri Pastikan Situasi Batam Tetap Aman Jelang Rencana Aksi Unjuk Rasa pada Juli

10 Juni 2026 - 20:14 WIB

Pemuda ICMI Kepri Desak Kejari Batam Buka Hasil Pemeriksaan BAZNAS BATAM ke Publik

10 Juni 2026 - 18:13 WIB

Trending di Kepri