Menu

Mode Gelap
Wawako Raja Ariza: Event Olahraga Buka Ruang Promosi Produk UMKM Diskusi dari Hati ke Hati, Ketua Kwarcab Weni Sampaikan Materi Dihadapan Kepala Sekolah Diskusi dari Hati ke Hati, Ketua Kwarcab Weni Sampaikan Materi Dihadapan Kepala Sekolah Kondisi Permukiman Jadi Pertimbangan, 105 Rumah Warga Tanjung Unggat Dapat Bantuan RTLH Anggaran Tenaga Ahli Pemprov Banten Naik Rp17 Miliar dalam Dua Tahun, Transparansi Dipertanyakan PB PII Tegaskan Dukungan terhadap Program Kementerian Pertanian, Siap Bersinergi Berantas Mafia Pangan

Nasional

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast, Ini Reaksi Menteri Yusril dan Kompolnas

badge-check


					Aktivis KontraS, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah selesai merekam siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Kamis (12/3/2026) malam. Perbesar

Aktivis KontraS, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah selesai merekam siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Kamis (12/3/2026) malam.

FaktaBatamNews.com, Jakarta-Peristiwa penyiraman air keras terhadap seorang aktivis Kontras, Andrie Yunus, menjadi sorotan.

Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah selesai merekam siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Kamis (12/3/2026) malam.

Podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) itu m bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Acara taping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB.

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, serangan tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka bakar cukup serius di beberapa bagian tubuh.

“Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” ujar Dimas dalam keterangan resminya, Jumat (13/3/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen di tubuhnya dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kompolnas Minta Kasus Diusut Tuntas
Mantan Komnas HAM, Choirul Anam, yang kini sebagai Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut angkat bicara. Ia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini.

Menurutnya, peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi.
“Yang kedua, kami mendorong kepolisian maksimal untuk mengungkap peristiwa ini. Kerja-kerja kepolisian dalam mengungkap kasus ini kita harapkan untuk transparan dan akuntabel,” kata Anam, Jumat (13/3/2026).

Anam mengatakan, kekerasan terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) tidak bisa dipandang sebagai tindak kekerasan biasa, karena memiliki dampak terhadap kondisi demokrasi di Indonesia.

Ia menilai serangan tersebut juga menjadi pesan yang menunjukkan kondisi demokrasi dan perlindungan terhadap kerja-kerja hak asasi manusia.
Menurut dia, aktivitas yang dilakukan Andrie merupakan bagian dari kerja advokasi HAM serta partisipasi masyarakat yang dijamin oleh konstitusi.

“Yang dilakukan oleh Saudara Andrie itu adalah kerja-kerja hak asasi manusia, kerja kerja demokrasi dan dalam konteks hak asasi manusia harusnya dilindungi, apalagi ini bagian dari partisipasi yang dalam konteks Indonesia itu diatur oleh konstitusi dan dilindungi oleh konstitusi,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menilai pengungkapan kasus ini penting untuk menunjukkan bahwa negara hadir dalam melindungi para pembela HAM dan pegiat demokrasi dari tindakan kekerasan.

“Negara tidak boleh kalah dalam menghadapi aksi kekerasan sehingga kerja-kerja kepolisian melawan kekerasan adalah menunjukan bahwa negara tidak kalah dengan kekerasan,” katanya.

Polisi Buru Pelaku Penyiram Air Keras

Saat ini pihak kepolisian tengan memburu pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Koordinator untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Meski saat ini korban belum melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, pihak telah melakukan penyelidikan.

“Kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku melalui scientific investigation,” kata AKBP Roby Heri Saputra, Jumat (23/3/2026).
Roby menambahkan, polisi sudah melakukan cek tempat kejadian perkara penyiraman.

Respons Menko Yusril Ihza Mahendra
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengaku belum mengetahui secara terperinci soal kasus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal.

“Saya belum tahu, saya. Belum dapat kabar tentang hal itu,” kata Yusril singkat saat, Jumat (13/3/2026).

Menurut dia, pihaknya masih akan melakukan koordinasi lebih dahulu soal kasus ini.
“Ya nanti saya koordinasikan. Saya belum tahu, nanti saya koordinasi dulu ya,” ucap Yusril.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PB PII Tegaskan Dukungan terhadap Program Kementerian Pertanian, Siap Bersinergi Berantas Mafia Pangan

2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

DPP GEMURA Soroti Kemunculan “Kabinet Bayangan”, Desak Transparansi: “Kabinet Bayangan atau Kabinet Bayaran?”

1 Agustus 2026 - 23:01 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

1 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Peringati Hari Lahir ke-62, Ketua PII Wati: Teguhkan Semangat Perempuan Berdaya dan Berkarya

31 Juli 2026 - 18:32 WIB

Serukan Persatuan Nasional, Sekretaris Jenderal PB PII: Boleh Berbeda Asal Tetap Bersatu

30 Juli 2026 - 13:21 WIB

Trending di Nasional