Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan Nakhoda Baru: Partai Ummat Perkuat Mesin Politik Menuju Pemilu 2029 Puncak HUT ke-81 RI, Amsakar Apresiasi Kekompakan Warga Batu Aji dan Batam Kota PWM Kepri Silaturahim Bahas Muktamar dan Pembentukan Forum Mubalig Tutup Festival PKRM 2026, Ketua PRIMA DMI Langsa Dorong Pemerintah Beri Perhatian Lebih besar kepada Remaja Masjid Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Amsakar Dorong Promosi Produk UMKM Batam Dasco: Buruh dan Pengusaha Masih Berbeda Pandangan, DPR Kejar RUU Ketenagakerjaan hingga Oktober

Nasional

Pesan Bahlil di Malam Nuzulul Quran: Bukan Alat Politik, Kekuasaan Adalah Instrumen Pengabdian

badge-check


					Pesan Bahlil di Malam Nuzulul Quran: Bukan Alat Politik, Kekuasaan Adalah Instrumen Pengabdian Perbesar

FaktaBatamNews.com, Jakarta-Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa kekuasaan yang diemban oleh para kader partai berlambang pohon beringin bukan sekadar alat politik, melainkan amanah suci untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Peringatan Malam Nuzulul Quran di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Dalam sambutannya, Bahlil mengajak keluarga besar Partai Golkar untuk menjadikan momentum Nuzulul Quran sebagai sarana refleksi kedekatan batin dengan Al-Quran.

Ia menegaskan pentingnya meresapi dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

“Kedekatan ini saya tidak akan sekadar membaca, tapi meresapi, merenungi, sekaligus mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hati kita menjadi tentram dan tercerahkan,” ujar Bahlil di hadapan para kader.

Lebih lanjut, Bahlil menyoroti kaitan antara nilai-nilai Al-Quran dengan etika berpolitik. Menurutnya, Al-Quran telah memberikan panduan moral yang tegas mengenai bagaimana seharusnya kekuasaan dijalankan. Ia secara khusus mengutip Surat Al-Isra ayat 80 sebagai landasan filosofis bagi kader Golkar.

“Dalam perspektif politik dan kekuasaan misalnya, Al-Quran memberikan penegasan etis dan moral bagaimana seharusnya kekuasaan harus dijalankan. Ada misi suci kekuasaan sebagai kekuatan penolong untuk menghadirkan kemaslahatan,” jelasnya.

Ayat tersebut, menurut Bahlil, mengandung pesan agar seorang pemimpin diberikan “kekuasaan yang menolong” (sultanan nashira). Hal inilah yang harus menjadi motivasi bagi seluruh kader Golkar, baik yang duduk di kursi eksekutif maupun legislatif.

“Jadi kalau kader Partai Golkar di eksekutif maupun legislatif, ini tidak hanya sekadar kekuasaan yang kita rebut, tapi kekuasaan amanah itu harus menjadi rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya.

Bahlil juga mengingatkan konsekuensi besar di balik sebuah jabatan. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh pemegang kekuasaan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Sang Khalik kelak.

“Setiap kekuasaan itu insyaallah akan menjadi instrumen pengabdian, dan kita akan pertanggungjawabkan nanti di Yaumul Mahsyar ketika kita kembali kepada Sang Khalik. Akan ditanyakan seberapa besar manfaat dari apa yang telah engkau dapatkan ketika diberikan amanah untuk menjadi pemimpin di bangsa ini,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Resmikan Nakhoda Baru: Partai Ummat Perkuat Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

27 September 2026 - 20:49 WIB

Dasco: Buruh dan Pengusaha Masih Berbeda Pandangan, DPR Kejar RUU Ketenagakerjaan hingga Oktober

27 September 2026 - 02:25 WIB

Aneu Nursifah Hadir di Forum Nasional, Sampaikan Pengalaman dan Wejangan Kepemiluan kepada Pelajar

26 September 2026 - 18:23 WIB

Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan

25 September 2026 - 21:27 WIB

APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar

25 September 2026 - 18:08 WIB

Trending di Anambas