Menu ✖

Mode Gelap
Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam Kabar Gembira, Kepri Segera Miliki Kodam XXV Baru, Markas Utama Berlokasi di Batam Lestarikan Kearifan Lokal, Gubernur Banten Andra Soni Serap Aspirasi Nelayan di Tasyakuran Laut Sidamukti Dukung Penguatan Ekosistem Media Siber, Gubernur Ansar dan Sekda Misni Terima Penghargaan AMSI Kepri AMSI Kepri Apresiasi Amsakar Achmad, BP Batam Tegaskan Dukungan terhadap Ekosistem Media Gelar Operasi Pasar Murah, Pemko Tanjungpinang Tekan Harga Ayam Potong

Nasional

Seruan Prabowo Penakut Menggema dalam Demo di DPR

badge-check


					Massa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, 6 Maret 2026. Perbesar

Massa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, 6 Maret 2026.

FaktaBatamNews.com, Jakarta-MASSA aksi “Weekend Melawan” menyerukan kalimat penakut yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Seruan itu menggema keras di depan area Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Jakarta Pusat.

Orator aksi Weekend Melawan Al Araf menjelaskan, kalimat penakut yang ditujukan kepada Prabowo dilandasi sikap Kepala Negara yang apatis manakala Amerika Serikat dengan sekutunya Israel menyerang wilayah Iran.

“Ketika terjadi suatu bentuk pelanggaran hukum internasional dan konstitusi, orang pertama yang harus bersikap adalah presiden. Sayangnya, itu tidak dilakukan,” kata Al Araf usai berorasi, Jumat, 6 Maret 2026.

Sebagai seorang presiden, kata dia, Prabowo mestinya berani menyatakan sikap bahwa imperialisme dan penjajahan yang dilakukan negara adikuasa harus dihapuskan di muka bumi.

Menurut dia, serangan yang dilakukan AS-Israel ke wilayah Iran pada akhir pekan lalu, merupakan bentuk penjajahan. Namun, Prabowo justru apatis kendati pimpinan politik lain seperti Jusuf Kalla maupun Megawati Soekarnoputri berani mengutuk dan mengecam serangan tersebut.

Al Araf mencurigai sikap apatis Prabowo terhadap pelanggaran hukum internasional yang dilakukan AS-Israel berkelindan dengan status keanggotaan Indonesia dalam forum Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Apalagi, dia mengatakan, Presiden AS Donald Trump merupakan Ketua sekaligus inisiator pembentukan forum yang ditujukan guna mewujudkan perdamaian itu. “Ini yang membuat Prabowo terkunci oleh Trump,” ujar Ketua Badan Pengurus Centra Initiative itu.

Karenanya, dia melanjutkan, koalisi masyarakat sipil dalam aksi Weekend Melawan mendesak Prabowo untuk menarik status keanggotaan Indonesia dalam BoP.

Al Araf menjelaskan, keluarnya Indonesia dalam BoP tak akan melemahkan upaya dan legitimasi guna mendorong perdamaian global. Upaya itu bisa dilakukan Indonesia melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun Dewan Keamanan PBB.

“Jadi, kalau ada yang menyatakan keluarnya Indonesia dari BoP hanya akan membuat kita jadi penonton, saya tegaskan itu keliru,” ucap Dosen Studi Pertahanan dan Keamanan Universitas Brawijaya itu.

Sebelumnya, desakan untuk mendorong Indonesia keluar dari keanggotaan BoP juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia, perguruan tinggi, akademikus, hingga mahasiswa.

Tausiyah MUI dalam surat bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 mendesak agar pemerintah mencabut keanggotaan dari BoP. Alasannya, BoP tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina.

Penilaian ini diperkuat dengan sikap Donald Trump yang melakukan penyerangan bersama Israel ke wilayah Iran.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Resmikan Nakhoda Baru: Partai Ummat Perkuat Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

27 September 2026 - 20:49 WIB

Dasco: Buruh dan Pengusaha Masih Berbeda Pandangan, DPR Kejar RUU Ketenagakerjaan hingga Oktober

27 September 2026 - 02:25 WIB

Aneu Nursifah Hadir di Forum Nasional, Sampaikan Pengalaman dan Wejangan Kepemiluan kepada Pelajar

26 September 2026 - 18:23 WIB

Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan

25 September 2026 - 21:27 WIB

APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar

25 September 2026 - 18:08 WIB

Trending di Anambas