Menu

Mode Gelap
60 Tahun KAHMI: Jangan Hanya Berganti Pengurus, Saatnya Berani Berbenah GMIB Gelar Workshop Manajemen Masjid Modern, Diikuti 200 Masjid di Serang dan Cilegon Membawa Misi Modernisasi dan Kolaborasi, Supriyadi Resmi Maju sebagai Calon Ketua Umum/Presidium MD KAHMI Batam Periode 2026–2031 KAPMI PT Audiensi dengan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Bahas Sinergi Kampus Preneur dan Pengembangan Wirausaha Mahasiswa Semarakkan Hari Jadi Kepri, Pemko Batam Imbau Penggunaan Baju Kurung Melayu Hadapi Kekeringan dan Kabut Asap, Pemkab Lingga Gelar Salat Taubat dan Istighosah

Opini

60 Tahun KAHMI: Jangan Hanya Berganti Pengurus, Saatnya Berani Berbenah

badge-check


					60 Tahun KAHMI: Jangan Hanya Berganti Pengurus, Saatnya Berani Berbenah Perbesar

Oleh: Andriansyah Sinaga, S.Sos., M.M.
Ketua Umum HMI Cabang Batam Periode 2021–2022

Enam puluh tahun bukan perjalanan yang sebentar. KAHMI telah melewati berbagai zaman, perubahan politik, pergantian generasi dan dinamika kehidupan bangsa. Karena itu, Milad ke-60 KAHMI seharusnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan, tetapi juga menjadi waktu untuk bertanya: apa yang sudah kita lakukan dan ke mana KAHMI akan dibawa setelah ini?

Pertanyaan tersebut terasa semakin penting ketika KAHMI Batam sedang memasuki momentum Musda. Bagi saya, Musda bukan sekadar agenda lima tahunan untuk memilih ketua atau presidium baru. Musda seharusnya menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir. Kita harus berani melihat kondisi KAHMI Batam apa adanya.
Apa yang sudah berhasil? Apa yang belum berjalan? Program apa yang benar-benar dirasakan manfaatnya? Bagaimana hubungan KAHMI dengan HMI? Bagaimana perhatian alumni terhadap kader? Dan sejauh mana KAHMI hadir dalam menjawab persoalan masyarakat Batam?

Pertanyaan seperti ini mungkin tidak selalu nyaman dibicarakan. Tetapi organisasi yang besar harus berani melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri. Jangan sampai Musda hanya sibuk membicarakan siapa yang akan memimpin, tetapi lupa membicarakan apa yang akan dikerjakan.

Lima tahun kepengurusan bukan waktu yang singkat. Ada cukup waktu untuk meninggalkan sesuatu yang bisa dikenang. Karena itu, pengurus periode sebelumnya tentu memiliki catatan yang perlu dipertanggungjawabkan secara organisasi. Bukan untuk mencari kesalahan, apalagi membuka ruang saling menyalahkan, tetapi sebagai bahan pembelajaran agar kepengurusan berikutnya tidak mengulangi persoalan yang sama. Begitu pula bagi mereka yang nantinya mendapat amanah.
Jangan menjadikan jabatan di KAHMI sebagai sekadar posisi. Menjadi ketua atau presidium bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

KAHMI Batam sebenarnya memiliki modal yang sangat besar, Alumni tersebar di berbagai bidang, Ada yang berada di pemerintahan, dunia usaha, akademisi, politik, profesi hukum dan berbagai ruang pengabdian lainnya.
Namun banyaknya alumni tidak otomatis membuat organisasi kuat. Kekuatan KAHMI bukan pada berapa banyak alumninya, tetapi pada seberapa besar manfaat yang bisa diberikan para alumninya.
Di sinilah saya kira KAHMI Batam perlu melakukan pembenahan.
KAHMI harus lebih dekat dengan HMI. Jangan sampai hubungan alumni dan kader hanya terasa ketika ada kegiatan seremonial. Kader HMI membutuhkan ruang, pendampingan, pikiran dan pengalaman para seniornya. Alumni muda juga membutuhkan kesempatan untuk tumbuh dan mengambil bagian dalam perjalanan organisasi.

KAHMI juga perlu lebih berani hadir dalam persoalan-persoalan publik. Batam terus berkembang dengan berbagai persoalan. Mulai dari ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, investasi, pelayanan publik hingga persoalan sosial. KAHMI seharusnya bisa menjadi rumah gagasan yang ikut memberikan pikiran dan solusi. Jangan hanya hadir ketika ada acara. Hadir ketika masyarakat membutuhkan gagasan juga merupakan bagian dari pengabdian.
Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapat amanah dalam Musda KAHMI Batam, saya berharap tidak membawa semangat “meneruskan kepengurusan”, tetapi membawa semangat memperbaiki organisasi.

Kalau ada program yang baik, lanjutkan. Kalau ada yang kurang, perbaiki. Kalau ada pola lama yang sudah tidak relevan, berani tinggalkan. KAHMI tidak boleh terlalu bergantung kepada figur. Ketua berganti, presidium berganti, tetapi organisasi harus tetap berjalan dengan sistem dan gagasan yang kuat.
Pada akhirnya, Milad ke-60 KAHMI adalah momentum untuk bercermin.
60 tahun sudah menjadi sejarah. Jangan biarkan sejarah berhenti menjadi cerita. Jadikan ia pijakan untuk memperbaiki masa depan. Dan untuk KAHMI Batam, Musda kali ini seharusnya menjadi lebih dari sekadar pergantian kepengurusan.
Musda harus menjadi momentum untuk bertanya dengan jujur: setelah lima tahun berlalu, apakah KAHMI Batam benar-benar semakin kuat, semakin dekat dengan kader, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat?
Pertanyaan itu mungkin sederhana, tetapi dari keberanian menjawabnya, masa depan KAHMI Batam akan ditentukan.

Andriansyah Sinaga, S.Sos., M.M.
Ketua Umum HMI Cabang Batam Periode 2021–2022

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

SETOKOK: LUKA YANG HARUS MENJADI PELAJARAN, BUKAN WARISAN

15 September 2026 - 12:16 WIB

SIAK: DARI TAKHTA YANG TERUSIR HINGGA CAHAYA SEJARAH DI PESISIR RIAU

12 September 2026 - 18:34 WIB

MINYAK MENGALIR, SAWIT MENGHIJAU, JANGAN BIARKAN PSPS RISAU

12 September 2026 - 18:30 WIB

Enam Murid MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Ikuti OMI Tahun 2026

9 September 2026 - 20:03 WIB

HAORNAS 2026: DARI SEREMONI MENUJU SISTEM PEMBINAAN ATLET

9 September 2026 - 18:58 WIB

Trending di Opini