Faktabatamnews.com. Batam-Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VII Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Batam berlangsung penuh dinamika, persaudaraan, dan semangat rekonsiliasi
Calon Ketua Umum MD KAHMI Kota Batam, Supriyadi, secara terbuka dan resmi menyatakan sikapnya untuk mendukung penuh Kanda Amsakar Achmad memimpin MD KAHMI Kota Batam periode 2026–2031.
Pernyataan berjiwa besar tersebut disampaikan Supriyadi dalam pidato kebangsaannya di hadapan pimpinan sidang, jajaran Majelis Penasihat, pengurus demisioner, serta ratusan peserta dan peninjau Musda VII.
Keputusan ini diambil setelah para kandidat melakukan musyawarah dan diskusi mendalam secara tertutup di ruang VIP guna mencari muara terbaik bagi masa depan organisasi.
Menghapus Dikotomi Faksi dan Kedaerahan
Dalam orasi politiknya, Supriyadi menegaskan bahwa KAHMI tidak boleh lagi terjebak dalam sekat-sekat sektoral, perbedaan latar belakang kedaerahan, maupun pengelompokan (faksi) antara senior dan alumni muda. Menurutnya, KAHMI harus menjadi rumah besar yang inklusif dan saling menguatkan.
”Kita semua yang hadir di sini memiliki satu visi dan misi yang sama bagaimana KAHMI ke depan bisa menjadi organisasi yang besar dan saling membesarkan. Kita tidak bisa besar sendiri tanpa KAHMI, dan KAHMI pun tidak akan besar tanpa kepedulian kita semua. Jangan jadikan organisasi ini sekadar batu pijakan untuk membesarkan diri sendiri, lalu setelah itu saling meninggalkan.”
”Malam hari ini kita bersepakat, sudah tidak ada lagi saling menjelekkan atau menggunjing, Jangan ada lagi istilah ‘KAHMI asal Sumatra’ atau ‘KAHMI asal Jawa’ dll Kita semua telah melebur dalam satu wadah dengan semangat Yakin Usaha Sampai.
Dengan bismillahirrahmanirrahim, saya mendukung penuh Kanda Amsakar untuk menjadi Ketua Umum MD KAHMI Kota Batam periode 2026–2031,” ujar Supriadi, diiringi gema takbir peserta Musda.
Pemberdayaan Kader Muda sebagai Labor Supply HMI
Selain menekankan pentingnya persatuan, Supriadi juga menggarisbawahi peran strategis KAHMI sebagai tempat penampungan dan distribusi potensi kader unggulan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). KAHMI dinilai bertanggung jawab moral untuk memberdayakan kapasitas alumni muda agar ilmu dan potensi yang dimiliki tidak sia-sia.
Poin-poin penting yang ditegaskan dalam momentum rekonsiliasi Musda VII ini antara lain:
Optimalisasi Pengkaryaan Kader (Labor Supply): KAHMI harus menjadi wadah pembinaan dan penyaluran karya terbaik alumni HMI di berbagai sektor publik, profesional, maupun kepemimpinan daerah.
Dorongan Kepada Alumni Muda: Alumni muda diimbau untuk tidak berkecil hati dan terus aktif berkarya. Musda VII ini hendaknya dijadikan ajang pembelajaran politik, olah rasa, serta pengasahan pemikiran berorganisasi.
Pemberhentian Sektarianisme Organisasi: Mengakhiri seluruh faksi (senior-muda, pejabat-nonpejabat) demi terwujudnya pengurusan yang solid, harmonis, dan kolaboratif.
Sinergi dan Pemberdayaan Antargenerasi: Menyerukan kepada para senior yang memiliki kewenangan dan kekuasaan untuk merangkul serta memfasilitasi pengembangan potensi para juniornya.
Musda Sebagai Pembelajaran Berdemokrasi
Supriadi menutup pernyataannya dengan mengapresiasi seluruh tahapan Musda VII MD KAHMI Kota Batam yang dinilainya berjalan sesuai mekanisme dan dinamika organisasi yang sehat.
Dinamika Musda tahun ini membuktikan bahwa proses kedewasaan demokrasi di tubuh KAHMI terus berkembang secara matang.
Dengan terbentuknya kesepakatan rekonsiliasi dan dialihkannya dukungan kepemimpinan kepada Kanda Amsakar Achmad, MD KAHMI Kota Batam siap melangkah ke periode 2026–2031 dengan struktur kepengurusan yang lebih solid, inklusif, dan siap berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Batam. (Red)












