Upaya tersebut diawali melalui kegiatan senam bersama yang digelar di Gedung Wanita Tun Fatimah, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dorongan TP PKK agar kebiasaan hidup sehat dan aktif dapat dibangun sejak usia sekolah.
Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Weni Lis Darmansyah, mengatakan guru olahraga memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. Menurutnya, kebiasaan berolahraga perlu ditanamkan secara konsisten sejak jenjang SD, SMP hingga SMA.
“Kami berharap para siswa dapat membudayakan kebiasaan berolahraga secara rutin. Anak-anak kita merupakan penerus generasi emas Indonesia, sehingga kesehatan perlu diperhatikan dan dijaga sejak usia sekolah,” ujar Weni.
Ia menegaskan, peran guru olahraga tidak hanya sebatas mengajarkan aktivitas fisik, tetapi juga membangun semangat dan kebiasaan hidup sehat pada siswa. Aktivitas olahraga, kata Weni, tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan jantung.
Weni berharap kolaborasi tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas di lingkungan sekolah. Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Tanjungpinang secara rutin melaksanakan senam bersama setiap bulan yang diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan hidup sehat yang turut diterapkan di sekolah.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap gerakan hidup sehat dapat terus berlanjut dan diperluas ke sekolah-sekolah melalui peran aktif guru olahraga,” katanya.
Selain mendorong aktivitas fisik, Weni juga mengingatkan guru olahraga untuk memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing siswa. Ia meminta guru tidak serta-merta menganggap siswa malas atau tidak disiplin ketika berulang kali tidak mengikuti kegiatan olahraga karena alasan kesehatan.
“Jika ada siswa yang beberapa kali tidak mengikuti kegiatan olahraga, guru diharapkan dapat berkomunikasi dengan orang tua untuk mengetahui kondisinya dan, bila diperlukan, memeriksakannya kepada tenaga kesehatan,” pesannya.
Menurut Weni, olahraga di sekolah tidak semata-mata menjadi aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari proses pendidikan dalam membentuk anak yang sehat, aktif, dan memiliki kebiasaan hidup sehat sejak dini.
“Yang kita bangun bukan hanya anak yang aktif bergerak, tetapi juga generasi yang memahami pentingnya menjaga kesehatan dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (Red)











