Menu

Mode Gelap
Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah Dimulai, Sasar 49.343 Siswa di Tanjungpinang Wawako Raja Ariza Hadiri High Level Meeting TPID Kepri, Dorong Penguatan Sinergi Pengendalian Inflasi BI Kepri: Ekonomi Kepulauan Riau Tahun 2026 Masih Berkinerja Positif Komunitas Arah Pikir dan Heritage Fragrance Hadirkan The Alchemist Summer Camp, Ruang Kebersamaan yang Satukan Berbagai Generasi Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Hukum UPP Periode 2026–2027 “Menuju Organisasi yang Progresif dan Berkeadilan” Bank Indonesia Kepri Serahkan Tanjak Indah, Armada Pasar Murah Keliling Jaga Kestabilan Inflasi Daerah

Nasional

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, Pemerintah Masih Menunggu Sidang Isbat

badge-check


					Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, Pemerintah Masih Menunggu Sidang Isbat Perbesar

FaktaBatamNews.com – Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

Keputusan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki yang berpedoman pada prinsip dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Melalui perhitungan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, ijtimak jelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC.

Pada saat matahari terbenam di Indonesia, kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1 belum terpenuhi. Namun, berdasarkan PKG 2, terdapat wilayah di Amerika yang telah memenuhi kriteria visibilitas hilal. Selain itu, ijtimak juga tercatat terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Dengan mengacu pada prinsip kesatuan matlak global, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan secara serentak di seluruh dunia pada 18 Februari 2026.
“Di seluruh dunia tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M,” demikian bunyi maklumat yang ditetapkan pada 22 September 2025.

Muhammadiyah juga menetapkan bahwa puasa Ramadan 1447 H berlangsung selama 30 hari. Ijtimak jelang Syawal terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC, dan berdasarkan kriteria visibilitas hilal, Idulfitri 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara itu, pemerintah hingga kini belum menetapkan awal Ramadan 2026. Mengacu pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004, penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah dilakukan melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, 29 Syakban 1447 H jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, yang menjadi waktu pelaksanaan sidang isbat. Namun, keputusan resmi masih menunggu hasil pemantauan hilal dan penetapan pemerintah.

Dengan demikian, potensi perbedaan awal Ramadan antara Muhammadiyah dan pemerintah tetap terbuka, meski biasanya hanya berselisih satu hari. Mengacu ketetapan Muhammadiyah, umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadan dalam hitungan kurang dari dua bulan. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semarak Hari Lahir PII Wati ke-62: Perayaan Serentak di Tiga Wilayah, Ketua Korpus PII Wati, Melisa: Merawat Diri, Tumbuh Berdaya, Menginspirasi Negeri

3 Agustus 2026 - 17:41 WIB

PB PII Tegaskan Dukungan terhadap Program Kementerian Pertanian, Siap Bersinergi Berantas Mafia Pangan

2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

DPP GEMURA Soroti Kemunculan “Kabinet Bayangan”, Desak Transparansi: “Kabinet Bayangan atau Kabinet Bayaran?”

1 Agustus 2026 - 23:01 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

1 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Peringati Hari Lahir ke-62, Ketua PII Wati: Teguhkan Semangat Perempuan Berdaya dan Berkarya

31 Juli 2026 - 18:32 WIB

Trending di Nasional