Menu ✖

Mode Gelap
Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia Pemko Tanjungpinang apresiasi dan dukung kinerja KPU terkait pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Kemenekraf Ingin Nilai Ekspor Jasa Kreatif Digital Lebih Terukur Ranperda Perubahan APBD 2026 Disahkan, Wako Lis Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Kebutuhan Masyarakat Ranperda Pembangunan Industri Disepakati, Wako Lis Harapkan Dorong Kegiatan Ekonomi Nyata bagi Masyarakat DPP Gencar Sarankan Gubernur Bagikan Dana Banpres ke Puluhan Ribu Penderita ISPA

Nasional

Kemenekraf Ingin Nilai Ekspor Jasa Kreatif Digital Lebih Terukur

badge-check


					Kemenekraf Ingin Nilai Ekspor Jasa Kreatif Digital Lebih Terukur Perbesar

Faktabatamnews.com. Jakarta-Aktivitas ekonomi kreatif berbasis digital dinilai memiliki potensi ekspor yang lebih besar dibandingkan yang tercermin dalam statistik perdagangan saat ini.

Salah satu persoalannya adalah aktivitas jasa kreatif yang dikirimkan secara digital belum seluruhnya tercermin dalam penghitungan ekspor ekonomi kreatif.

Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, mengatakan perkembangan aktivitas kreatif digital seperti musik, film, animasi hingga berbagai karya digital terus meningkat.

Namun, menurut dia, aktivitas tersebut menghadapi persoalan dalam pengukuran nilai ekspornya.

“Salah satu kendala digital saat ini terkait dengan laporan perdagangan kreatif, khususnya ekspor produk ekonomi kreatif kita yang sifatnya digital. Saat ini perkembangannya luar biasa, seperti musik, film, dan berbagai karya digital lainnya,” kata Dandy pada kegiatan Simposium Nasional, Sesi 1 dengan
Tema “Ekosistem Koperasi Urban Berbasis Blockchain: Strategi Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Kelas Menengah Kreatif Perkotaan” yang diadakan oleh InFast Bestari di Hotel Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Ia mencontohkan animator Indonesia yang memperoleh kontrak dari perusahaan atau pihak luar negeri, tetapi pengerjaan karyanya dilakukan secara digital dari Indonesia.

“Banyak teman-teman kita para pelaku ekonomi kreatif, misalnya animator, yang mendapatkan kontrak dari luar negeri, namun pekerjaannya dikerjakan secara digital. Hal seperti ini belum termasuk dalam penghitungan nilai ekspor kita untuk ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menurut Dandy, angka ekspor ekonomi kreatif yang selama ini digunakan masih banyak merepresentasikan perdagangan barang. Sementara jasa yang dikirimkan secara digital belum sepenuhnya terukur dalam statistik tersebut.

“Kalau ada nilai ekspor yang saat ini ditanyakan dalam paparan tadi, nilai tersebut masih dalam bentuk barang saja, belum termasuk jasa yang disampaikan secara digital,” pungkasnya.

Kondisi tersebut menjadi penting karena statistik resmi ekonomi kreatif saat ini memang mencakup sejumlah indikator utama, antara lain PDB ekonomi kreatif, ekspor barang ekonomi kreatif, dan penyerapan tenaga kerja. BPS bersama Kementerian Ekonomi Kreatif juga tengah memperkuat basis data ekonomi kreatif melalui Sensus Ekonomi 2026.

Dandy mengatakan pemerintah perlu melihat indikator perdagangan jasa digital untuk menangkap potensi tersebut. Ia menyebut salah satu indikator yang dapat menjadi rujukan adalah Digitally Delivered Services Export.

“Saat ini kita juga memiliki banyak riset yang sudah disampaikan oleh para ahli. Kita punya indikator dari WTO yang namanya Digitally Delivered Services Export,” ujarnya.

Menurut dia, pengukuran tersebut dapat dikembangkan untuk melihat nilai ekonomi dari produk kreatif Indonesia yang berbasis kekayaan intelektual.

“Mungkin kita bisa sama-sama dengan para pemikir dan lembaga-lembaga think tank Indonesia memikirkan bagaimana kita bisa mengukur Digitally Delivered Services Export dari produk ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya yang berbasis kekayaan intelektual,” kata Dandy.

Persoalan pencatatan tersebut menjadi semakin relevan seiring besarnya aktivitas ekonomi kreatif Indonesia. Kemenekraf menyebut pada 2025 sektor ekonomi kreatif tumbuh 6,86 persen, dengan nilai PDB sekitar Rp1.757,87 triliun.

Penulis: Hery Yuanda
Editor  : Redaksi

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Resmikan Nakhoda Baru: Partai Ummat Perkuat Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

27 September 2026 - 20:49 WIB

Dasco: Buruh dan Pengusaha Masih Berbeda Pandangan, DPR Kejar RUU Ketenagakerjaan hingga Oktober

27 September 2026 - 02:25 WIB

Aneu Nursifah Hadir di Forum Nasional, Sampaikan Pengalaman dan Wejangan Kepemiluan kepada Pelajar

26 September 2026 - 18:23 WIB

Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan

25 September 2026 - 21:27 WIB

APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar

25 September 2026 - 18:08 WIB

Trending di Anambas