Menu

Mode Gelap
Komisariat HMI Sekawasan Batam Desak Transparansi Kejaksaan Negeri Batam Terkait Dugaan Maladministrasi dan Tindak Pidana Korupsi Dana Umat pada Baznas Kota Batam PEMUDA ICMI KEPRI: SKCK bagi Pendatang, Solusi atau Beban Administrasi Baru? Gubernur Ansar: “KADIN Kepri Jadi Motor Penggerak Usaha Besar dan UMKM” Dewan Pengurus KADIN Kepri 2026-2031 Kepri Dikukuhkan Kepri Darurat Moral dan Kesehatan: DPD IMM Kepri Desak Perda Khusus Cegah Ledakan LGBT dan Kasus HIV Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

Dunia

Ratusan Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Berskala Besar

badge-check


					Ratusan Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Berskala Besar Perbesar

FaktaBatamNews.com, Teheran – Dalam eskalasi ketegangan yang semakin memuncak di Timur Tengah, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa ratusan personel militer Amerika Serikat tewas atau luka-luka akibat serangan balasan yang dilakukan Tehran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai negara kawasan. Pernyataan ini disampaikan pada Ahad (1/3/2026) menurut laporan kantor berita Fars.

Menurut pernyataan resmi IRGC, dalam serangan balasan tersebut jelas disebutkan bahwa puluhan rudal balistik dan serangan pesawat tak berawak (drone) dilancarkan ke sejumlah pangkalan militer AS, termasuk di wilayah Bahrain, Kuwait, dan beberapa titik lain di kawasan Teluk. Serangan ini, menurut klaim Iran, berhasil menyebabkan 560 personel militer Amerika tewas atau luka-luka sebagai bagian dari operasi balasan besar-besaran terhadap apa yang disebut Teheran sebagai “agresi AS-Israel”.

Iran menyatakan bahwa serangan itu adalah tanggapan langsung terhadap serangkaian serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target strategis di dalam wilayah Republik Islam Iran, termasuk ibu kota Teheran dan infrastruktur militer penting lainnya. Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa serangan gabungan tersebut menimbulkan kerusakan yang luas serta korban sipil di beberapa provinsi Iran.

Dalam pernyataannya, juru bicara IRGC menegaskan bahwa operasi militer itu merupakan bagian dari hak Iran untuk membalas agresi luar negeri, dan akan terus berlanjut “tanpa henti” hingga tujuan strategis tercapai. Pernyataan tersebut juga mengklaim bahwa beberapa fasilitas komando dan dukungan utama militer AS mengalami kerusakan serius akibat serangan rudal dan drone Iran.

Sementara itu, media resmi Iran juga melaporkan bahwa selain target-target militer AS, pangkalan-pangkalan penting Israel menjadi bagian dari sasaran serangan balasan Tehran, yang menurut Iran turut menyebabkan banyak korban di jajaran pasukan agresor.

Hingga saat ini, klaim jumlah korban militer AS tersebut belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak berwenang Amerika Serikat atau organisasi internasional, dan tidak ada pernyataan resmi dari Pentagon yang menyatakan angka yang sama. Situasi di lapangan masih berkembang dan ketegangan militer antara kedua negara diperkirakan akan terus meningkat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

17 Juni 2026 - 17:31 WIB

Bank Sentral Indonesia & China Sepakati Teken Sejarah Tanpa Bergantung Dolar Amerika

13 Juni 2026 - 03:02 WIB

Supertanker Iran Lolos Blokade AS, Terpantau Berlayar di Perairan Indonesia

3 Mei 2026 - 17:32 WIB

Vietnam Juara Piala AFF U-17 di Kandang Indonesia

25 April 2026 - 20:14 WIB

Berapa lama Iran bertahan menghadapi blokade Hormuz dan berapa lama lagi AS bisa bertahan?

25 April 2026 - 17:57 WIB

Trending di Dunia