Menu ✖

Mode Gelap
Mendagri Tito Karnavian Resmikan Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat PSMTI Banten Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Terbuka Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan Bupati Aneng Sebut Kepri Terang Sentuh 14.340 Rumah Tangga Dalam Hari Jadi Kepri ke-24 APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar MK Jadwalkan Sidang Sengketa Ijazah SMA Gibran Rakabuming

Tanjungpinang

Wawako Raja Ariza: Inflasi Terkendali, Tanjungpinang Catat Deflasi Maret 2026

badge-check


					Wawako Raja Ariza: Inflasi Terkendali, Tanjungpinang Catat Deflasi Maret 2026 Perbesar

FaktaBatamNews.Com. Kota Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan kondisi inflasi dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama TP2DD di Kantor Wali Kota, Senin (13/4).

“Selama Ramadan hingga Lebaran, tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat. Kenaikan harga masih dalam batas wajar karena pasokan barang tetap terjaga,” ujarnya.

Wawako Raja Ariza juga menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai, Kejaksaan, Polresta, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Ia kemudian meminta Disdagin dan DPPP untuk terus memperkuat kerja sama dengan Forkopimda, Bulog, dan Bank Indonesia melalui pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar di lapangan.

“Kita bersyukur, berkat sinergi dan pengawasan bersama, tidak terjadi penimbunan barang sehingga stabilitas harga di pasar tetap terjaga,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang, pada Maret 2026 terjadi deflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan (month-to-month).

Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, menyampaikan deflasi ini terjadi di tengah inflasi nasional sebesar 0,41 persen dan inflasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar 0,08 persen.

Secara kumulatif, inflasi Tanjungpinang tetap berada dalam kondisi terkendali dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,54 persen dan inflasi tahunan mencapai 3,98 persen.

Penurunan harga pada Maret dipengaruhi oleh sejumlah komoditas, seperti cabai merah, angkutan udara, ikan segar, dan bawang merah. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta sektor transportasi turut memberikan andil terhadap deflasi.

Di sisi lain, beberapa komoditas seperti beras, telur ayam ras, bensin, dan daging sapi masih memberikan tekanan terhadap inflasi.

Secara tahunan, inflasi Tanjungpinang sebesar 3,98 persen masih berada dalam rentang terkendali. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama, diikuti sektor perumahan dan energi.

Dari sisi regional, inflasi Tanjungpinang berada pada peringkat ke-16 dari 41 kabupaten/kota di Sumatera, serta peringkat ke-43 dari 150 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) secara nasional.

“Ke depan, kami terus memantau perkembangan harga, khususnya komoditas pangan dan energi, agar stabilitas inflasi tetap terjaga,” ujarnya.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lestarikan Warisan Melayu, Yoni Fadri Apresiasi Kemah Budaya Pulau Penyengat 2026

25 September 2026 - 14:47 WIB

Wako Lis Apresiasi Pandangan Fraksi, Jadi Bahan Penyempurnaan Perubahan APBD 2026

25 September 2026 - 10:56 WIB

Wako Lis Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2026 kepada DPRD

25 September 2026 - 10:53 WIB

Pawai Lampion Festival Mooncake Semarak, Sekda Zulhidayat: Simbol Keharmonisan dan Keberagaman Tanjungpinang

25 September 2026 - 10:47 WIB

Museum dan Monumen Bahasa Nasional Mulai Dibangun di Pulau Penyengat

25 September 2026 - 10:42 WIB

Trending di Tanjungpinang