Menu

Mode Gelap
HLM TPID 2026, Amsakar Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kendalikan Inflasi Batam Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Amsakar-Li Claudia Terjun Langsung Bersihkan Sampah Diskominfo Kepri Gelar Pembekalan Pengisian SAQ untuk PPID Pelaksana, Persiapkan Monev 2026 Lagu ” Lemak Manis ” Roslan Madun Malaysia semarakkan Kenduri Seni Melayu 2026 Kasus Malaria di Tanjungpinang Capai 129, Dua Kelurahan Jadi Fokus Penanganan Pertahankan Eliminasi Malaria, Wali Kota Lis Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Pariwisata

Batam Jadi Kunci, Tanjungpinang dan Bintan Didorong Berkolaborasi Perkuat Pariwisata Kepri

badge-check


					Batam Jadi Kunci, Tanjungpinang dan Bintan Didorong Berkolaborasi Perkuat Pariwisata Kepri Perbesar

Faktabatamnews.com. Batam-Dorongan kolaborasi lintas daerah dalam pengembangan pariwisata Kepulauan Riau semakin menguat. Tanjungpinang dan Bintan disebut tak bisa berjalan sendiri, dan harus menggandeng Batam sebagai pusat kunjungan wisatawan jika tak ingin tertinggal dalam persaingan destinasi.

Isu strategis tersebut mengemuka dalam pertemuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang bersama Forum Industri Tour & Travel Batam di kawasan Batam Center, Selasa (21/4/2026).

Kepala Disbudpar Tanjungpinang, Muhamad Nazri, mengakui daerahnya masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari aksesibilitas, amenitas hingga atraksi wisata. Karena itu, kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di Batam dinilai menjadi langkah realistis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kami sadar tidak bisa bekerja sendiri. Dengan keterbatasan yang ada, Tanjungpinang harus berkolaborasi agar bisa masuk dalam itinerary wisata,” ujarnya.

Menurutnya, Batam saat ini menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia. Tren peningkatan kunjungan tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi Tanjungpinang dan Bintan untuk ikut menikmati dampak ekonomi sektor pariwisata.

amun demikian, pelaku industri menegaskan bahwa kolaborasi harus dibarengi pembenahan di lapangan. Ketua IPI Kepri, Tatik Manikowati, menyoroti sejumlah kendala yang masih dikeluhkan wisatawan, seperti akses menuju Pulau Penyengat hingga regulasi transportasi lokal.

“Kami siap mempromosikan, tapi harus ada perbaikan. Kalau wisatawan tidak nyaman, tentu paketnya tidak akan kami jual,” tegasnya.

Senada, Founder ASPABRI, Surya Wijaya, menilai posisi Batam sebagai hub wisata tidak bisa diabaikan. Ia menekankan pentingnya sinergi ketimbang persaingan antar daerah.

“Batam adalah sentral kunjungan wisatawan. Kalau tidak berkolaborasi, Tanjungpinang dan Bintan akan semakin tertinggal,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Disbudpar Tanjungpinang juga memaparkan sejumlah program pengembangan destinasi.

Pelaku industri travel di Batam menyatakan kesiapan untuk mendukung sekaligus memberi masukan agar program yang dijalankan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan.

Kolaborasi antara Batam, Tanjungpinang, dan Bintan dinilai menjadi kunci memperkuat daya saing pariwisata Kepulauan Riau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketatnya persaingan destinasi wisata, baik di tingkat nasional maupun regional.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lagu ” Lemak Manis ” Roslan Madun Malaysia semarakkan Kenduri Seni Melayu 2026

19 Juni 2026 - 07:29 WIB

Ayo dukung *Vedra asal Batam Kepri, Top 8 The Icon Indonesia SCTV,

14 Juni 2026 - 19:37 WIB

Kemilau Nusantara Kepri 2026, Paduan Gerak Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Riau

14 Juni 2026 - 17:01 WIB

Dua Tim Malaysia pasti Tampil di lomba Marchingband (BIMAC#2) dari Thailand, Filipina, China Menyusul

8 Juni 2026 - 18:16 WIB

Even BICC GO GREEN GOBAR-Sukses Digelar: Brending Batam Kepri Destinasi Wisata Regeneratif.

7 Juni 2026 - 17:05 WIB

Trending di Batam