Menu

Mode Gelap
Permata Seni Budaya Singapura Bawa Semangat Pelestarian Budaya Melayu ke Kenduri Seni Melayu 2026 Sambut Kedatangan Wisatawan MV. Odyssey, Bupati Anambas Perkenalkan Pesona Bahari Dan Budaya Anambas Sekda Anambas Hadiri Pembukaan Turnamen Esport Mobile Legends Polres Anambas Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-80, Wadah Positif Bagi Generasi Muda Hasil Laga Match Day Grup J Piala Dunia 2026: Yordania vs Aljazair Berakhir 1-2 Portugal Lolos ke Fase Gugur Usai Menang Telak 5-0 atas Uzbekistan Wali Kota Lis Dorong Akselerasi Kinerja OPD untuk Perkuat Program Strategis 2026

Batam

Permata Seni Budaya Singapura Bawa Semangat Pelestarian Budaya Melayu ke Kenduri Seni Melayu 2026

badge-check


					Permata Seni Budaya Singapura Bawa Semangat Pelestarian Budaya Melayu ke Kenduri Seni Melayu 2026 Perbesar

Faktabatamnews.com. Batam – Panggung Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 yang akan berlangsung pada 2–5 Juli 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, tidak hanya menghadirkan seniman dari Indonesia, tetapi juga mempertemukan komunitas budaya Melayu dari negara-negara serumpun. Salah satu yang akan tampil tahun ini adalah Komunitas Permata Seni Budaya (Singapura), sebuah kelompok seni yang aktif melestarikan budaya Melayu di Negeri Singa.

Didirikan pada tahun 2017, Permata Seni Budaya lahir dari semangat sekelompok anak muda dan pegiat budaya yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan seni tradisional Melayu di tengah kehidupan masyarakat modern. Sejak berdiri, komunitas ini konsisten bergerak melalui berbagai kegiatan seni pertunjukan, pendidikan budaya, dokumentasi, dan promosi warisan budaya Melayu kepada generasi muda.

Kiprah Permata Seni Budaya tidak hanya dikenal di Singapura. Komunitas ini juga pernah mewakili Singapura dalam kegiatan seni dan budaya di India, membawa seni pertunjukan Melayu ke panggung internasional. Pengalaman tersebut menjadi bukti komitmen mereka dalam memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada masyarakat dunia sekaligus memperkuat peran seni sebagai jembatan diplomasi budaya antarbangsa.

Bagi Permata Seni Budaya, seni bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk menjaga identitas, memperkuat jati diri, dan merawat nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu. Melalui tarian, musik, dan pertunjukan budaya, komunitas ini berupaya memastikan budaya Melayu tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kehadiran Permata Seni Budaya menjadi bukti bahwa budaya Melayu masih menjadi perekat kuat hubungan masyarakat serumpun di kawasan Asia Tenggara.

“Batam memiliki posisi yang sangat strategis sebagai daerah yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Karena itu, Kenduri Seni Melayu tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan yang mempererat hubungan masyarakat serumpun melalui seni dan budaya,” ujarnya.

Menurut Ardiwinata, partisipasi komunitas budaya dari Singapura menunjukkan bahwa upaya pelestarian budaya Melayu dilakukan secara bersama-sama melintasi batas negara.

“Kita memiliki akar budaya yang sama. Melalui Kenduri Seni Melayu, kita merayakan keberagaman dalam satu rumpun budaya yang saling menguatkan dan saling menginspirasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, menilai Permata Seni Budaya sebagai salah satu komunitas yang aktif memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat luas.

“Selain aktif menggelar pertunjukan, mereka juga mendokumentasikan berbagai aktivitas budaya melalui media sosial dan platform digital. Ini menjadi contoh bagaimana budaya dapat terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya,” katanya.

Melalui akun media sosial dan kanal digital yang mereka kelola, Permata Seni Budaya secara rutin membagikan dokumentasi pertunjukan, kegiatan pelestarian budaya, serta berbagai konten edukatif yang berkaitan dengan seni dan tradisi Melayu. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mereka menjangkau generasi muda yang kini semakin dekat dengan dunia digital.

Samson berharap kehadiran komunitas tersebut dapat memberikan inspirasi bagi pelaku seni dan komunitas budaya di Batam untuk terus berinovasi dalam melestarikan budaya.

“Pelestarian budaya hari ini tidak cukup hanya dilakukan di atas panggung. Dokumentasi, promosi, dan edukasi melalui media digital juga menjadi bagian penting agar budaya tetap dikenal dan dicintai oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Pada Kenduri Seni Melayu 2026, Permata Seni Budaya akan tampil bersama para seniman dan kelompok seni dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, serta daerah-daerah lain yang memiliki keterikatan dengan budaya Melayu. Kehadiran mereka diharapkan semakin memperkaya ragam pertunjukan yang disajikan selama empat hari pelaksanaan acara.

Lebih dari sekadar sebuah penampilan, partisipasi Permata Seni Budaya menjadi simbol bahwa warisan budaya Melayu terus hidup dan berkembang melalui tangan-tangan generasi penerus yang memiliki semangat untuk menjaga, merawat, dan memperkenalkannya kepada dunia.

Melalui kolaborasi lintas negara yang terjalin dalam Kenduri Seni Melayu 2026, Batam kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pertemuan budaya Melayu serumpun yang terus tumbuh, berkembang, dan menjadi kebanggaan bersama. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemko Batam Beri Penghargaan kepada Wajib Pajak, PAD Jadi Kunci Kemandirian Fiskal

24 Juni 2026 - 00:30 WIB

Jalin Kerja Sama Riset dan Kajian Kemaritiman, BP Batam Teken MoU dengan UMRAH

23 Juni 2026 - 20:52 WIB

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI “Rapat Dengar Pendapat Tim Kunjungan Kerja Komisi XIII DPR RI dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau”

23 Juni 2026 - 19:18 WIB

Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam

23 Juni 2026 - 17:44 WIB

Kadisdik Batam Bungkam, Muncul Desakan kepada Wali Kota Amsakar Ahmad untuk Mencopot Kadisdik yang Dinilai Mengarah pada Praktik Kolusi dan Nepotisme

22 Juni 2026 - 22:38 WIB

Trending di Batam