Menu ✖

Mode Gelap
Soroti Dana Gempa Flores Rp 20 Miliar Manggarai Timur, Bakornas LKBHMI PB HMI Buka Posko Pengaduan Nasional Dan Desak Audit Total Bupati. Wako Lis Apresiasi Pandangan Fraksi, Jadi Bahan Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 Wako Lis Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2026 kepada DPRD Pawai Lampion Festival Mooncake Semarak, Sekda Zulhidayat: Simbol Keharmonisan dan Keberagaman Tanjungpinang Museum dan Monumen Bahasa Nasional Mulai Dibangun di Pulau Penyengat Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Mendagri: Mengenalkan Sejarah Asal Bahasa Indonesia

Kepri

Menikah hingga Putus Sekolah, 19 Siswa Kepri Tak Lulus

badge-check


					Gubernur Kepri H Ansar Ahmad saat mengunjungi salah satu SMA di Kepri. F-dok Perbesar

Gubernur Kepri H Ansar Ahmad saat mengunjungi salah satu SMA di Kepri. F-dok

Faktabatamnews.com. Batam-Tingkat kelulusan pelajar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun ajaran 2025/2026 tetap tergolong tinggi.

Namun, di balik angka yang nyaris sempurna itu, terselip kisah 19 siswa SMA dan SMK yang harus tertunda langkahnya menuju kelulusan.

Data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri mencatat, dari total 32.499 siswa yang dinyatakan lulus, masih ada 19 siswa yang belum berhasil menuntaskan pendidikannya.

Angka ini memang kecil, tetapi tetap menjadi perhatian karena menyangkut masa depan generasi muda.

Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, mengungkapkan bahwa mayoritas siswa yang tidak lulus berasal dari jenjang SMK.

Dari total tersebut, 18 siswa merupakan pelajar SMK, sementara satu lainnya berasal dari SMA.

“Penyebabnya beragam. Ada yang tidak mengikuti proses pembelajaran secara penuh, dan ada juga yang memilih menikah sehingga berhenti sekolah,” ujarnya, Selasa (5/5), dikutip batampos.

Fenomena ini paling banyak ditemukan di Batam, yang menjadi salah satu daerah dengan jumlah siswa tidak lulus terbanyak di Kepri.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa tantangan dunia pendidikan tidak hanya berkutat pada akademik, tetapi juga persoalan sosial yang memengaruhi keberlangsungan belajar siswa.

Salah satu kasus yang mencuri perhatian adalah siswa yang memutuskan menikah sebelum menyelesaikan pendidikan.

Pilihan tersebut membuatnya harus menghentikan sekolah, sekaligus mengubur sementara impian untuk lulus bersama rekan-rekannya.

Meski demikian, Disdik Kepri menegaskan bahwa pintu pendidikan tidak pernah benar-benar tertutup. Pemerintah tetap memberikan kesempatan bagi siswa yang belum lulus untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur alternatif.

Mereka dapat mengikuti program kesetaraan Paket C atau kembali mengulang pendidikan di kelas XII selama satu tahun. Langkah ini diharapkan menjadi solusi agar setiap anak tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.

“Ini bagian dari komitmen kami agar tidak ada anak yang tertinggal dalam akses pendidikan,” tambah Andi.

Selain itu, Disdik Kepri juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap satuan pendidikan, guna meminimalisir angka ketidaklulusan di masa mendatang.

Pendekatan ini tidak hanya fokus pada sekolah, tetapi juga melibatkan peran orang tua dan lingkungan.

Secara keseluruhan, tingkat kelulusan di Kepri tahun ini tetap stabil dan tinggi, bahkan tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 99,95 persen.

Namun, kisah 19 siswa ini menjadi pengingat bahwa di balik statistik yang menggembirakan, masih ada cerita-cerita yang membutuhkan perhatian lebih.

Pendidikan bukan sekadar angka kelulusan, tetapi tentang memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. (Red,)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Mendagri: Mengenalkan Sejarah Asal Bahasa Indonesia

25 September 2026 - 10:32 WIB

24 Tahun Kepri, Gubernur Ansar Tegaskan Semangat Bersama Menuju Kepri Maju Berkelanjutan Bertumpu pada Kekuatan Sejarah dan Budaya

24 September 2026 - 15:39 WIB

Ziarah Hari Jadi Ke-24 Kepri, Gubernur Ansar dan Wagub Nyanyang Kenang Jasa Para Pejuang, Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

24 September 2026 - 15:30 WIB

Jelang Groundbreaking Museum Bahasa, Gubernur Ansar Ziarah ke Makam Raja Ali Haji

24 September 2026 - 15:25 WIB

Gubernur Ansar Ahmad: Museum dan Monumen Tugu Bahasa Adalah Upaya Memperkuat Sejarah Melayu

24 September 2026 - 00:43 WIB

Trending di Kepri