Menu

Mode Gelap
Firmansyah Apresiasi Layanan Rahn BRK Syariah, Perkuat Akses Pembiayaan Masyarakat Batam Rakor PBNN 2026, Sekda Batam Dorong Optimalisasi Informasi Publik di Era Digital SDN 011 BENGKONG BUKA SPMB 2026/2027 TEGASKAN BEBAS SUAP, PUNGLI, DAN GRATIFIKASI Upacara 17 Hari Bulan di Batam, Kajari Batam: Perbedaan Pendapat Jangan Menjadi Sumber Perpecahan Bangsa Sensus Ekonomi 2026: Bupati Karimun Iskandarsyah Jadikan Data Akurat Fondasi Utama Strategi Ekonomi Daerah Semarak Pawai Obor 1 Muharam 1448 H, Bupati Karimun Dorong Masjid Kembali Jadi Pusat Peradaban

Kepri

Wagub Nyanyang: Perkembangan Industri Harus Diimbangi dengan Sistem Perlindungan Tenaga Kerja yang Kuat

badge-check


					Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura (tengah) memberikan kata sambutan pada pengukuhan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026). Perbesar

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura (tengah) memberikan kata sambutan pada pengukuhan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026).

Faktabatamnews.com. Dompak- Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pesatnya perkembangan industri di Kepri harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat.

Ini ditegaskan Nyanyang saat mengukuhkan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026).

Menurut Nyanyang, Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu pusat industri strategis nasional yang berada di jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia.

Karakteristik wilayah yang didominasi industri padat modal, teknologi tinggi, manufaktur, minyak dan gas, serta aktivitas maritim membuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

“Mobilitas tenaga kerja yang tinggi dan perkembangan industri yang pesat harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi risiko kecelakaan kerja akan semakin besar,” ujarnya.

Sektor galangan kapal (shipyard) dia sebut menjadi salah satu bidang yang membutuhkan perhatian serius karena memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi.

Kompleksitas operasional, modernisasi peralatan, hingga tuntutan standar global mengharuskan setiap perusahaan menerapkan budaya keselamatan kerja secara konsisten.

Menyikapi hal ini, Pemprov Kepri ditegaskan Nyanyang terus berupaya memperkuat pengawasan ketenagakerjaan terutama pada sektor galangan kapal dan manufaktur berat.

Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan keselamatan kerja bersertifikasi internasional menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Program tersebut akan dijalankan melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) serta kerja sama dengan sektor swasta guna mencetak tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin tinggi dalam penerapan K3.

“Penerapan K3 yang baik akan menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif. Investor akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya sehingga lapangan kerja baru terus terbuka,” jelasnya.

Sumber: MC Kepri
Redaksi: Adhyca HW

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

SDN 011 BENGKONG BUKA SPMB 2026/2027 TEGASKAN BEBAS SUAP, PUNGLI, DAN GRATIFIKASI

17 Juni 2026 - 13:09 WIB

Kawasan Taman Gurindam 12 Kembali Ditata, Sebagai Pusat UMKM sekaligus Menampilkan Wajah Baru Ibukota Kepulauan Riau

15 Juni 2026 - 22:40 WIB

Gubernur Ansar Pimpin Rakor Persiapan Pembangunan Tiga Sekolah Rakyat di Kepri

15 Juni 2026 - 22:27 WIB

Seluruh OPD Pemprov Kepri Ditarget Raih Predikat Informatif pada 2026

15 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana

15 Juni 2026 - 12:29 WIB

Trending di Kepri