Menu

Mode Gelap
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 Kini Bertuliskan KRI Sriwijaya Nomor Lambung 100 DPRD Padang Pertanyakan Prospek Bisnis Baru Perumda PSM, Rental Mobil dan Angkutan Sampah B3 Masih Dikaji Gubernur Ansar Ahmad: Museum dan Monumen Tugu Bahasa Adalah Upaya Memperkuat Sejarah Melayu Dialog Kepri Menyapa TVRI, Gubernur Ansar Dorong Pemerataan Pembangunan dan Konektivitas International Business Forum 2026 Digelar di Batam, Rancangan Akses Pelaku UMKM ke Pasar Global Wagub Nyanyang Dorong SBT Perkuat Perlindungan dan Aktivitas Masyarakat Perbatasan

Kepri

Wagub Nyanyang: Perkembangan Industri Harus Diimbangi dengan Sistem Perlindungan Tenaga Kerja yang Kuat

badge-check


					Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura (tengah) memberikan kata sambutan pada pengukuhan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026). Perbesar

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura (tengah) memberikan kata sambutan pada pengukuhan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026).

Faktabatamnews.com. Dompak- Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pesatnya perkembangan industri di Kepri harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat.

Ini ditegaskan Nyanyang saat mengukuhkan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026).

Menurut Nyanyang, Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu pusat industri strategis nasional yang berada di jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia.

Karakteristik wilayah yang didominasi industri padat modal, teknologi tinggi, manufaktur, minyak dan gas, serta aktivitas maritim membuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

“Mobilitas tenaga kerja yang tinggi dan perkembangan industri yang pesat harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi risiko kecelakaan kerja akan semakin besar,” ujarnya.

Sektor galangan kapal (shipyard) dia sebut menjadi salah satu bidang yang membutuhkan perhatian serius karena memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi.

Kompleksitas operasional, modernisasi peralatan, hingga tuntutan standar global mengharuskan setiap perusahaan menerapkan budaya keselamatan kerja secara konsisten.

Menyikapi hal ini, Pemprov Kepri ditegaskan Nyanyang terus berupaya memperkuat pengawasan ketenagakerjaan terutama pada sektor galangan kapal dan manufaktur berat.

Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan keselamatan kerja bersertifikasi internasional menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Program tersebut akan dijalankan melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) serta kerja sama dengan sektor swasta guna mencetak tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin tinggi dalam penerapan K3.

“Penerapan K3 yang baik akan menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif. Investor akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya sehingga lapangan kerja baru terus terbuka,” jelasnya.

Sumber: MC Kepri
Redaksi: Adhyca HW

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gubernur Ansar Ahmad: Museum dan Monumen Tugu Bahasa Adalah Upaya Memperkuat Sejarah Melayu

24 September 2026 - 00:43 WIB

Dialog Kepri Menyapa TVRI, Gubernur Ansar Dorong Pemerataan Pembangunan dan Konektivitas

24 September 2026 - 00:37 WIB

International Business Forum 2026 Digelar di Batam, Rancangan Akses Pelaku UMKM ke Pasar Global

24 September 2026 - 00:33 WIB

Wagub Nyanyang Dorong SBT Perkuat Perlindungan dan Aktivitas Masyarakat Perbatasan

24 September 2026 - 00:28 WIB

Wagub Nyanyang Bahas Pemanfaatan Pulau Sembur Bersama Pertamina NRE, Terkait Rencana Pengembangan Energi

24 September 2026 - 00:21 WIB

Trending di Kepri