Menu

Mode Gelap
Pelantikan Pengurus BEM Fakultas Hukum UPP Periode 2026–2027 “Menuju Organisasi yang Progresif dan Berkeadilan” Bank Indonesia Kepri Serahkan Tanjak Indah, Armada Pasar Murah Keliling Jaga Kestabilan Inflasi Daerah Gubernur Ansar Pimpin High Level Meeting TPID, Distribusi Logistik Jadi Perhatian Khusus RSUD RAT Segera Terapkan Tarif Layanan Kesehatan Berbasis Unit Cost Status Pipa Dipertanyakan, Kejaksaan Evaluasi Dugaan Gangguan Proyek Drainase APBD Rp15 Miliar Semarak Hari Lahir PII Wati ke-62: Perayaan Serentak di Tiga Wilayah, Ketua Korpus PII Wati, Melisa: Merawat Diri, Tumbuh Berdaya, Menginspirasi Negeri

Nasional

Hotman Paris Puji Keberanian Prabowo Bongkar ‘Borok’ BUMN: Tanpa Pencitraan

badge-check


					Hotman Paris Puji Keberanian Prabowo Bongkar ‘Borok’ BUMN: Tanpa Pencitraan Perbesar

Jakarta-Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea melontarkan pujian kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hotman, Prabowo memiliki kelebihan dibandingkan presiden-presiden sebelumnya, terutama dalam keberanian mengungkap masalah di instansi pemerintah, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hotman menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo yang ceplos-ceplos dan spontan tanpa balutan pencitraan.

”Dia berani buka permasalahan dan spontan tanpa pencitraan, ceplos-ceplos itu ya,” kata Hotman dalam unggahan Instagramnya, dikutip dari IG: @hotmanparisofficial, Jumat (13/2/2026).

Meski begitu, Hotman menekankan bahwa keberanian mengungkapkan masalah adalah langkah awal, sementara penyelesaiannya adalah hal lain.

Namun, ia menilai sikap tersebut lebih baik dibandingkan periode-periode sebelumnya.
”Soal apakah berhasil diatasi itu hal lain ya, daripada dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya,” ujarnya.

Pangkas Komisaris BUMN
Lebih lanjut, Hotman mendukung penuh langkah Prabowo dalam membenahi BUMN.
Ia bahkan mengusulkan agar posisi komisaris di BUMN dikurangi atau bahkan dihilangkan untuk efisiensi anggaran negara.

Menurutnya, Undang-Undang Perseroan Terbatas tidak mengharuskan adanya komisaris.
”Parah, parah. Makanya saya pribadi sudah lama mengusulkan jabatan tiga komisaris di BUMN itu tidak perlu,” tegas Hotman.

Ia mencontohkan, jika gaji dan fasilitas komisaris di seluruh BUMN dihilangkan, negara bisa menghemat uang dalam jumlah besar untuk dialokasikan kepada rakyat kecil.

Hotman berharap langkah Prabowo dalam mengungkap kebobrokan tidak berhenti di situ, melainkan dilanjutkan dengan perbaikan nyata.

”Sekali lagi, teruslah Bapak Prabowo mengungkapkan kebobrokan yang terjadi dan tentu dilanjutkan dengan perbaikan,” tutupnya

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semarak Hari Lahir PII Wati ke-62: Perayaan Serentak di Tiga Wilayah, Ketua Korpus PII Wati, Melisa: Merawat Diri, Tumbuh Berdaya, Menginspirasi Negeri

3 Agustus 2026 - 17:41 WIB

PB PII Tegaskan Dukungan terhadap Program Kementerian Pertanian, Siap Bersinergi Berantas Mafia Pangan

2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

DPP GEMURA Soroti Kemunculan “Kabinet Bayangan”, Desak Transparansi: “Kabinet Bayangan atau Kabinet Bayaran?”

1 Agustus 2026 - 23:01 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

1 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Peringati Hari Lahir ke-62, Ketua PII Wati: Teguhkan Semangat Perempuan Berdaya dan Berkarya

31 Juli 2026 - 18:32 WIB

Trending di Nasional