oleh

Ekspansi Gas Bumi PGN Batam Dipercepat, 150 Ribu Rumah Tangga Jadi Sasaran 2030

-Batam, Ekonomi-197 Dilihat

Batam – Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam mempercepat pengembangan jaringan gas bumi dengan menargetkan hampir 150 ribu pelanggan rumah tangga hingga tahun 2030.

Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, menegaskan bahwa langkah percepatan ini bukan hanya pembangunan infrastruktur semata, tetapi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan ketergantungan terhadap LPG bersubsidi.

banner 400x130

Target Besar Hingga 2030

PGN Batam menunjukkan progres signifikan. Sepanjang 2025, sebanyak 4.005 sambungan rumah tangga telah terpasang. Pada 2026, perusahaan menargetkan tambahan 10.000 sambungan baru.

Selanjutnya, PGN merencanakan pembangunan 114.000 sambungan tambahan secara bertahap sampai 2030. Dengan perhitungan tersebut, total pelanggan gas rumah tangga di Batam diproyeksikan mendekati 150.000 sambungan pada akhir periode program.

“4.005 ditambah 10 ribu, kemudian ditambah 114 ribu, totalnya hampir 150 ribu sambungan pada 2030,” ujar Wendi.

Ekspansi jaringan juga dilakukan ke Kecamatan Nongsa, Lubuk Baja, dan Sekupang. Wilayah ini melengkapi jaringan yang sebelumnya telah tersedia di Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota, sehingga distribusi gas bumi semakin luas dan merata.

“Seluruh kecamatan di pusat Kota Batam menjadi prioritas kami,” jelasnya.

Efisiensi Subsidi dan Dampak Ekonomi

Program ini tidak hanya mempermudah akses energi bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi memberikan penghematan besar bagi negara.

Penambahan 114.000 sambungan diperkirakan mampu mengurangi beban subsidi LPG hingga Rp79 miliar per bulan. Dalam setahun, penghematan tersebut hampir mencapai Rp1 triliun.

Karena itu, pemerintah menjadikan program ini sebagai percontohan nasional dalam transisi konsumsi energi rumah tangga dari LPG ke gas bumi yang dinilai lebih efisien dan berkelanjutan.

Menurut Wendi, kebijakan ini bukan untuk menghapus subsidi sepenuhnya, melainkan mengurangi dan mengalihkan distribusinya. LPG 3 kg nantinya akan lebih difokuskan bagi masyarakat di wilayah hinterland yang masih mengalami keterbatasan akses.

Tantangan Teknis dan Aspek Keamanan

Dalam pelaksanaannya, PGN menghadapi sejumlah kendala teknis. Kondisi tanah Batam yang mengandung bauksit keras membuat proses penggalian menjadi lebih lama.

Selain itu, banyak rumah kosong pada hari kerja karena mayoritas warga bekerja di kawasan industri. Meski demikian, PGN tetap berupaya mencari solusi agar pemasangan tetap berjalan efektif.

Perusahaan menyediakan dua metode instalasi, yakni melalui pembobokan lantai atau melalui jalur atas rumah. Metode jalur atas dinilai lebih aman karena gas bumi lebih ringan dari udara, sehingga jika terjadi kebocoran akan langsung naik dan menguap, berbeda dengan LPG yang cenderung mengendap di bagian bawah ruangan.

PGN juga mengimbau warga untuk menyediakan ventilasi udara yang baik guna menjaga sirkulasi dan meminimalkan risiko jika terjadi kebocoran.

Gratis Pemasangan dan Tingginya Minat Warga

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, PGN menggratiskan biaya pemasangan hingga 15 meter pipa di dalam rumah. Biaya tambahan hanya dikenakan jika panjang pipa melebihi batas tersebut atau diperlukan perbaikan lantai.

Untuk mencapai target, PGN bekerja sama dengan subkontraktor serta melibatkan tenaga kerja lokal Batam. Saat ini, terdapat 46.000 calon pelanggan yang masuk dalam daftar tunggu di luar target tahun berjalan, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap penggunaan gas bumi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *