Faktabatamnews.com. Batam-Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri Kota Batam menegaskan komitmennya mendukung pengembangan seni, sastra, dan budaya di daerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan “Sabtu Malam Berpuisi #3” yang digelar di Bengkel Tanjak Rumah Hitam, Sekupang, Sabtu malam, 11 Juli 2026 pukul 19.30 WIB.
Kegiatan kolaborasi antara LMB Kepri Kota Batam, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, dan Komunitas Seni Rumah Hitam ini mengangkat tema pembacaan puisi serta bincang buku Dialog: Menguasai Diri & Membangun Pengaruh karya Karina Rasmita Sembiring.
Hadir mewakili LMB Kepri Kota Batam, Panglima Sulung Lukman Hakim didampingi Datok Laksmana Tengku Sofiyan dan dikawal Satgas Khusus LMB. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan organisasi terhadap ruang-ruang kreatif masyarakat.

Dalam sambutannya, Lukman Hakim memperkenalkan diri dan mengaku memiliki latar belakang di dunia seni. Meskipun bukan penyair profesional, ia aktif dalam kegiatan budaya dan memiliki kelompok musik.
“Saya senang ada ruang berkesenian seperti yang dibangun Komunitas Seni Rumah Hitam. Kegiatan yang konsisten ini bisa jadi peluang membangun sinergi antara LMB Kepri Kota Batam dan Rumah Hitam,” ujar Lukman Hakim.
Ia mengajak agar kolaborasi kedua pihak terus diperkuat melalui berbagai kegiatan seni, sastra, dan budaya. Lukman juga menyatakan kesiapan LMB untuk berpartisipasi jika pada kegiatan mendatang dibutuhkan perwakilan untuk membacakan puisi.
“Semoga seluruh kegiatan yang kita lakukan bernilai ibadah dan menjadi bagian dari upaya bersama memajukan seni dan budaya di Kepulauan Riau,” tambahnya.
Acara berlangsung hangat dengan konsep sederhana dan spontan tanpa prosesi pembukaan formal. Pembacaan puisi dibuka oleh Bang Denny, kemudian dilanjutkan sesi dialog interaktif yang membahas sastra, seni, dan budaya. Setelah itu pembacaan puisi kembali dilakukan bergantian oleh para penyair, seniman, dan peserta yang hadir.
Melalui “Sabtu Malam Berpuisi #3”, kolaborasi antara LMB Kepri Kota Batam, PWI Kepri, dan Komunitas Seni Rumah Hitam diharapkan menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperluas ruang berkesenian, serta mendorong lahirnya lebih banyak kegiatan sastra dan budaya di Kota Batam dan Kepri. (Red)












