oleh

Berapa Target Perputaran Uang di KURMA 2026? Ini Hitungannya!

FaktaBatamNews.com, Tanjungpinang-Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi umat selama bulan suci Ramadhan. Dengan melibatkan ratusan pelaku usaha, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menaruh harapan besar terhadap perputaran ekonomi yang tercipta dari event tahunan ini.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa KURMA bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan instrumen nyata untuk mendorong ekonomi rakyat berbasis syariah.

banner 400x130

“KURMA harus menjadi penggerak ekonomi umat. Kita ingin 500 UMKM yang terlibat benar-benar merasakan dampak perputaran ekonomi selama Ramadhan. Di saat yang sama, masyarakat juga mendapatkan kemudahan mengakses layanan pemerintah dalam satu kawasan yang tertata dan nyaman,” ujar Ansar saat memimpin rapat persiapan.

Dorong Transaksi dari 500 UMKM
Salah satu indikator utama yang disasar adalah aktivitas ekonomi dari sekitar 500 pelaku UMKM yang ambil bagian. Skala keterlibatan ini menjadi fondasi kuat bagi terciptanya perputaran uang selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Meski pemerintah tidak menyebut angka nominal target transaksi, keterlibatan ratusan UMKM menunjukkan adanya dorongan serius agar terjadi peningkatan omzet pelaku usaha selama Ramadhan.

Efek Berganda dari Event Terpadu
Konsep KURMA 2026 yang memadukan bazar, layanan publik, edukasi ekonomi syariah, hingga kegiatan religi diyakini menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi lokal.

Selain transaksi langsung di bazar, potensi perputaran uang juga datang dari:
• kunjungan masyarakat
• layanan perbankan di lokasi
• pasar murah sembako
• promosi pariwisata dan budaya

Kombinasi ini membuat KURMA tidak hanya mengandalkan penjualan UMKM, tetapi juga aktivitas ekonomi pendukung lainnya.

Strategi Perluasan Dampak
Pembukaan resmi KURMA 2026 akan digelar pada 2 Maret 2026 di One Batam Mall, Kota Batam, sebagai langkah strategis memperluas jangkauan ekonomi ke pusat pertumbuhan utama di Kepulauan Riau.

Sementara penutupan dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2026 di Kawasan Gurindam Dua Belas, Tanjungpinang, yang direncanakan dihadiri Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian.

Rangkaian kegiatan sendiri telah dimulai melalui Bazar Ramadhan sejak 20 Februari hingga 14 Maret 2026.

Optimisme Dampak Nyata
Pemprov Kepri menegaskan bahwa tujuan utama KURMA adalah menghadirkan Ramadhan yang berdampak secara spiritual sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

Spesial “Melalui KURMA 2026, kita ingin menghadirkan Ramadhan yang tidak hanya khusyuk secara spiritual, tetapi juga berdampak secara ekonomi. Inilah bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam membangun ekonomi umat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” tutup Ansar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *