oleh

Bupati Bintan Beri Instruksi Tegas ke OPD Soal Mudik, Harga Pangan hingga Keamanan Wisata

-Bintan, Kepri-217 Dilihat

FaktaBatamNews.com, Bintan-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Bintan di Aula Kantor Bupati Bintan yang berada di Bandar Seri Bentan, Desa Bintan Buyu, Selasa 10 Maret 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bintan Roby Kurniawan secara langsung memimpin jalannya rapat koordinasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Rakor ini digelar sebagai langkah awal untuk membahas berbagai kesiapan daerah dalam menyambut perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

banner 400x130

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya memastikan situasi wilayah tetap aman, tertib, dan kondusif selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran.

Selama rapat berlangsung, para peserta membahas sejumlah isu strategis yang dinilai krusial menjelang Lebaran. Di antaranya terkait pengaturan arus mudik sebelum dan sesudah hari raya, kesiapan sarana dan fasilitas publik, kondisi akses jalan, aspek keamanan wilayah. Hingga ketersediaan bahan pangan serta stabilitas harga di pasar.

Selanjutnya, Roby Kurniawan menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan berbagai langkah antisipasi sejak dini. Hal ini penting agar potensi gangguan yang mungkin terjadi selama momentum Lebaran dapat diminimalkan.

Terkait pengaturan arus mudik, Roby secara khusus meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bintan untuk berkoordinasi erat dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bintan. Sinergi ini diperlukan guna mengatur kelancaran lalu lintas, terutama di kawasan pelabuhan yang diprediksi akan dipadati kendaraan pemudik.

“Kendaraan yang turun naik kapal jangan sampai terhambat, apa lagi menghambat akses jalan di sekitar,” ucap dia.

Selain fokus pada transportasi, Roby juga mengingatkan pentingnya pengawasan di kawasan wisata. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Bintan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan untuk turun langsung ke berbagai resort dan destinasi wisata pantai.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap pengelola tempat wisata dapat memberikan imbauan keselamatan kepada para pengunjung. Khususnya terkait potensi cuaca ekstrem maupun risiko kecelakaan di kawasan pesisir.

Di sisi lain, Roby juga memberikan perhatian khusus terhadap stabilitas harga bahan pokok.

Untuk itu, ia meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Bintan agar terus memantau ketersediaan bahan pangan di pasar.

Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah daerah dapat mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sementara itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya juga diminta untuk saling berkoordinasi dan memperkuat sinergi. Dengan demikian, setiap kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan Lebaran dapat diantisipasi secara optimal.

Berdasarkan prediksi pemerintah daerah, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan terjadi pada 13 hingga 17 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 hingga 28 April 2026.

Sepanjang periode tersebut, Pemkab Bintan juga akan menyiapkan berbagai langkah pengamanan. Di antaranya dengan mendirikan posko Idulfitri di sejumlah titik strategis. Termasuk posko keselamatan di destinasi wisata yang memiliki potensi bencana alam maupun risiko cuaca ekstrem.

“Kita harapkan, setiap pihak berwenang dapat menyiapkan dengan baik pelaksanaan IdulFitri 1447 Hijriah, dan arus mudik 2026. Ini semua tentunya sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing,” sebut dia mengakhiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *