Menu ✖

Mode Gelap
ISMI Kepri 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Misni Minta Amanah Dijalankan untuk Kemajuan Daerah Kasus Penipuan Proyek Fiktif Makan Bergizi: Etika Mulia Sari Resmi Ditahan di Padang Minggu Besok, Pemko Tanjungpinang Gelar Operasi Pasar Murah, Ayam Dijual Rp35 Ribu Terima Sertifikat Apresiasi HUT ke-5 AMSI Kepri, Lis Darmansyah Ajak Media Siber Bersinergi Bangun Tanjungpinang Mosi Tidak Percaya Pada Majelis, Hotmartua Cabut Sengketa Informasi Melawan Dispora Tangsel Aneu Nursifah Hadir di Forum Nasional, Sampaikan Pengalaman dan Wejangan Kepemiluan kepada Pelajar

Kepri

Ratusan Warga Demo PT Yin Baa Steel, Tuntut Kejelasan Hak Pekerja yang Meninggal

badge-check


					Ratusan Warga Demo PT Yin Baa Steel, Tuntut Kejelasan Hak Pekerja yang Meninggal Perbesar

FaktaBatamNews.Com. Batam-Ratusan warga menggelar aksi demonstrasi di depan PT Yin Baa Steel, kawasan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Rabu (1/4/2026). Aksi ini dipicu oleh kematian seorang petugas keamanan berinisial AR (59), yang hingga kini disebut belum mendapatkan kejelasan terkait hak-haknya.

Korban diketahui meninggal dunia pada 7 Februari 2026 saat bertugas di depan area perusahaan, tepatnya di kawasan Industri Sempurna Wahyu Metalindo, Jalan Brigjen Katamso. Pihak keluarga menilai perusahaan belum memenuhi kewajiban terhadap korban.

Sebelum bergerak ke lokasi, massa aksi yang berasal dari komunitas Alor Fukalang di Batam terlebih dahulu berkumpul di kawasan Sei Binti, Kelurahan Tanjung Uncang. Sekitar 200 orang terlibat dalam aksi tersebut, terdiri dari keluarga korban, pemuda, hingga ibu-ibu.

Massa membawa berbagai perlengkapan aksi, seperti sound system, genset, serta spanduk dan pamflet berisi tuntutan. Mereka mendesak pihak perusahaan untuk memberikan kejelasan terkait hak-hak korban, termasuk status ketenagakerjaan dan jaminan sosial.

Aparat kepolisian dari Polresta Barelang turut dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Sekitar 75 personel dan lima unit kendaraan disiagakan di lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Situasi sempat memanas ketika massa mencoba menerobos pagar pembatas di gerbang perusahaan. Namun, aparat berhasil mengendalikan kondisi sehingga tidak terjadi bentrokan lebih lanjut.

Dalam orasinya, Koordinator aksi yang juga Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HIMIT) Kota Batam, Andre Sena, menegaskan bahwa pihaknya menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas kematian korban.

Ia juga menyoroti dugaan ketidakjelasan status ketenagakerjaan serta jaminan sosial pekerja di perusahaan tersebut.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ISMI Kepri 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Misni Minta Amanah Dijalankan untuk Kemajuan Daerah

27 September 2026 - 00:26 WIB

Tingkatkan Kompetensi Guru Al-Qur’an, Amsakar Dorong Metode Mengajar Lebih Kreatif

26 September 2026 - 15:02 WIB

BP Batam dan PLN Siapkan Strategi Energi Hadapi Lonjakan Investasi Data Center

26 September 2026 - 12:26 WIB

Mendagri Tito Karnavian Resmikan Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat

26 September 2026 - 00:31 WIB

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

25 September 2026 - 13:52 WIB

Trending di Batam