Menu ✖

Mode Gelap
PRIMA DMI Langsa Genap 2 Tahun, Puluhan Elemen Diberi Apresiasi atas Dukungan kepada Remaja Masjid Wali Kota Langsa Buka PKRM 2026, Ketua PRIMA DMI Langsa Dorong Masjid Jadi Benteng Moral Generasi Muda LMB Kepri Kota Batam Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau Ke-24 Tahun Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-24 Kepri, Wawako Ariza Ajak Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028 Perkuat Ekosistem Inovasi, Batam dan Surabaya Teken Kerja Sama

Tanjungpinang

Wali Kota Lis Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Modern Berbasis RDF di Cilacap

badge-check


					Wali Kota Lis Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Modern Berbasis RDF di Cilacap Perbesar

Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mempelajari sistem pengelolaan sampah modern berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) RDF Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu (13/5).

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memperkuat referensi dan inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi modern.

Dalam pemaparan yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, dijelaskan bahwa TPST RDF Jeruklegi mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen melalui kerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Pengelolaan fasilitas tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Denmark sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu.

Kabupaten Cilacap yang memiliki luas wilayah 213.850 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 2.070.417 jiwa pada semester I tahun 2026, menghasilkan timbulan sampah sekitar 993 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 21,35 persen telah berhasil dikelola melalui sistem penanganan dan pengurangan sampah.

Lis menilai, pengelolaan sampah berbasis teknologi RDF menjadi salah satu langkah strategis yang dapat dipelajari untuk mendukung penanganan persoalan sampah di daerah.

“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Dibutuhkan inovasi dan teknologi agar sampah memiliki nilai manfaat sekaligus mengurangi beban lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus memperkuat referensi pemerintah daerah dalam menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Apa yang diterapkan di Cilacap tentu menjadi referensi yang sangat baik. Mulai dari pengolahan, pembiayaan, hingga kerja sama dengan industri dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain,” tambahnya.

Lis berharap pengelolaan sampah ke depan tidak hanya berorientasi pada penanganan akhir, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi sirkular serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

“Persoalan sampah harus ditangani secara terintegrasi. Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus bergerak bersama agar pengelolaan lingkungan berjalan optimal,” harapnya.

Dalam penjelasan tersebut, TPST RDF Jeruklegi dibangun dengan nilai proyek sekitar Rp84 miliar dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti mesin pencacah (shredder), drying bay, serta mesin pengayak (screener). Teknologi bio drying membrane yang diterapkan mampu mengolah sampah menjadi RDF dalam waktu sekitar 21 hari sebelum dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri semen.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-24 Kepri, Wawako Ariza Ajak Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

24 September 2026 - 19:28 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, DPMPTSP Gelar Monev Triwulan III Bersama Satker MPP

24 September 2026 - 14:25 WIB

24 Tahun Kepri, Ekonomi Tumbuh 6,99 Persen, Investasi Tembus Rp40,38 Triliun

24 September 2026 - 14:22 WIB

Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri, Lis Darmansyah Ajak Perkuat Kebersamaan Membangun Daerah

24 September 2026 - 14:18 WIB

Operasi Gabungan, Dishub Tanjungpinang Tertibkan Tiga Truk ODOL

24 September 2026 - 14:12 WIB

Trending di Tanjungpinang