Menu

Mode Gelap
INLA Singapura Hadirkan Pesan Harmoni Manusia dan Alam di Kenduri Seni Melayu 2026 Mahasiswa RDP Terkait Sintai : Teledor Atau Ada Yang DiTutupi? Revitalisasi Pulau Penyengat Hantar Pemprov Kepri Raih Apresiasi Cita Loka Fest 2026 Pemko Batam Tegaskan Pengelolaan Aset Berbasis Skala Prioritas, Anggaran Diutamakan untuk Pelayanan Publik Amsakar Tegaskan Perda PSU Perumahan Jadi Landasan Mewujudkan Hunian Berkualitas di Batam BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola dari Perbatasan

Tanjungpinang

Wali Kota Lis: Penanganan Malaria di Tanjungpinang Butuh Gerak Bersama Warga

badge-check


					Wali Kota Lis: Penanganan Malaria di Tanjungpinang Butuh Gerak Bersama Warga Perbesar

Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan penanganan malaria di daerahnya tidak cukup hanya melalui sosialisasi, tetapi perlu dibangun komunikasi yang lebih intens serta keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan.

Hal itu disampaikan Lis usai bersilaturahmi dengan warga Tanjung Sebauk dan Senggarang, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Kota Tanjungpinang, Selasa (23/6/2026) malam.

Ia menyebut sejumlah wilayah saat ini berada pada tingkat kerawanan tinggi hingga mendekati zona merah.

“Penanganan malaria tidak bisa hanya dengan imbauan, tetapi harus mengajak masyarakat bergerak bersama. Ini menjadi tugas kita semua,” kata Lis.

Ia menambahkan, pemerintah tetap memberikan dukungan dalam upaya penanganan, namun keberhasilan sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Lis, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bertujuan mendorong warga lebih aktif melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing, termasuk melalui edukasi langsung dan pembagian brosur.

“Setiap warga perlu melakukan tindakan preventif untuk dirinya masing-masing. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Lurah Senggarang Edi Susanto menjelaskan terdapat enam titik sebaran malaria di wilayahnya, dengan tingkat paparan yang berbeda-beda di tiap lokasi.

Di Tanjung Sebauk Darat, dari 122 kepala keluarga (KK), sebanyak 109 KK tercatat terinfeksi. Sementara itu, Kampung Bebek mencatat 15 KK, Senggarang Darat 17 KK, Senggarang Besar 16 KK, dan Tanjung Sebauk Laut 88 KK.

“Sejumlah wilayah seperti Tanjung Sebauk Darat, Kampung Bebek, dan Senggarang Darat sudah mulai aman, namun Senggarang Besar dan Tanjung Sebauk Laut masih belum landai,” ujarnya.

Ia menyampaikan pemerintah bersama Dinas Kesehatan, Damkar, relawan, serta RT dan RW telah melakukan intervensi lingkungan, termasuk penaburan obat di sejumlah titik genangan bekas tambang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang Rustam menyebut hingga saat ini tercatat 518 kasus malaria di Tanjungpinang. Penanganan dilakukan tidak hanya secara pasif, tetapi juga aktif melalui penemuan kasus di lapangan.

“Petugas kami melakukan survei demam, penemuan kasus, sekaligus edukasi kepada masyarakat agar segera berobat jika mengalami gejala demam, dan mengikuti pengobatan sampai tuntas,” ucap Rustam.

Ia menjelaskan, pengobatan malaria membutuhkan waktu cukup panjang, sekitar 14 hari, sehingga kedisiplinan pasien menjadi kunci keberhasilan penyembuhan.

Selain penanganan kasus, upaya pencegahan juga dilakukan melalui peningkatan kebersihan lingkungan serta intervensi di area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, terutama kawasan rawa.

“Kami juga melakukan fogging dua siklus untuk membunuh nyamuk dewasa,” sebutnya.

Dari hasil pemantauan, beberapa wilayah seperti Sebauk Darat dan Kampung Bebek sudah menunjukkan tren penurunan kasus. Namun, Sebauk Laut dan Senggarang Besar masih tercatat sebagai wilayah dengan angka kasus relatif tinggi.

Rustam mengingatkan, wilayah yang sudah mengalami penurunan tetap berpotensi mengalami kemunculan kasus kembali jika pengobatan tidak tuntas dan kebersihan lingkungan tidak dijaga.

Saat ini, tercatat sekitar 58 titik rawa kecil yang menjadi fokus pengendalian sebagai tempat perindukan nyamuk.

Sumber: MC TPI
Redaksi: Adhyca HW

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Muhammad Nazri Tekankan Finalisasi dan Kesiapan Pawai Ta’aruf MTQ XII Provinsi Kepri 2026

24 Juni 2026 - 15:22 WIB

Wali Kota Lis Dorong Akselerasi Kinerja OPD untuk Perkuat Program Strategis 2026

24 Juni 2026 - 03:18 WIB

Pencurian Fasilitas Umum Berulang di Kepri, Polda Cari Solusi di Luar Penegakan Hukum

23 Juni 2026 - 14:09 WIB

Pimpin Apel di Disdukcapil, Wali Kota Tanjungpinang Tekankan Disiplin, Profesionalisme, dan Integritas ASN

23 Juni 2026 - 14:05 WIB

SC Tetapkan Wiryawan Wira Sebagai Calon Tunggal Presiden Direktur Pertama IKAFEBM UMRAH

22 Juni 2026 - 23:25 WIB

Trending di Tanjungpinang