Menu ✖

Mode Gelap
PRIMA DMI Langsa Genap 2 Tahun, Puluhan Elemen Diberi Apresiasi atas Dukungan kepada Remaja Masjid Wali Kota Langsa Buka PKRM 2026, Ketua PRIMA DMI Langsa Dorong Masjid Jadi Benteng Moral Generasi Muda LMB Kepri Kota Batam Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau Ke-24 Tahun Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-24 Kepri, Wawako Ariza Ajak Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028 Perkuat Ekosistem Inovasi, Batam dan Surabaya Teken Kerja Sama

Tanjungpinang

Wali Kota Lis: Pencegahan Ekstremisme Butuh Peran Semua Pihak

badge-check


					Wali Kota Lis: Pencegahan Ekstremisme Butuh Peran Semua Pihak Perbesar

Faktabatamnews.com. Kota Batam – Pemerintah daerah menempati posisi penting dalam pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) 2026–2029 di Provinsi Kepulauan Riau.

Hal tersebut dibahas dalam kegiatan penguatan pemahaman pemerintah daerah terkait implementasi RAN PE yang berlangsung di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Kota Batam, Kamis (7/5).

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan pencegahan paham radikal dan ekstremisme tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah daerah memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan masyarakat dan dapat membaca kondisi sosial di lapangan lebih cepat.

“Upaya mencegah radikalisme bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi tanggung jawab semua pihak, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga,” ujarnya.

Setiap daerah perlu memiliki rencana aksi daerah pencegahan dan penanggulangan ekstremisme yang disesuaikan dengan kondisi sosial masing-masing wilayah.

“Setiap daerah memiliki tantangan dan kondisi sosial yang berbeda, sehingga pendekatan yang dilakukan harus tepat dan sesuai dengan situasi lokal,” tambahnya.

Menurut Lis, penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan literasi digital perlu terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

“Pendidikan karakter, penguatan literasi digital, serta pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh paham radikal,” tuturnya.

Kasatgaswil Kepulauan Riau Kombes Pol. Faisal Syahroni menjelaskan pola ancaman ekstremisme saat ini telah berubah. Kelompok teror tidak lagi dominan dalam bentuk organisasi besar, melainkan berkembang menjadi sel kecil, jaringan longgar, hingga pelaku tunggal yang memanfaatkan ruang digital.

“Terorisme saat ini tidak lagi bergerak secara konvensional melalui organisasi besar, tetapi berkembang menjadi sel kecil, jaringan longgar, hingga lone wolf yang memanfaatkan ruang digital sebagai media penyebaran paham radikal,” jelasnya.

Perubahan pola tersebut membuat upaya pencegahan perlu diperkuat di tingkat lokal melalui peran pemerintah daerah dan masyarakat.

Ia juga menambahkan paparan paham ekstremisme mulai menyasar anak dan remaja, dengan faktor pemicu seperti kondisi keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, perundungan, serta penggunaan gawai dan gim daring.

Sepanjang 2024 hingga April 2026, Satgaswil Kepulauan Riau mencatat 2.077 kegiatan pencegahan dan 380 kegiatan penguatan,

Redaksi : AHW
Editor : AKM

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-24 Kepri, Wawako Ariza Ajak Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

24 September 2026 - 19:28 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, DPMPTSP Gelar Monev Triwulan III Bersama Satker MPP

24 September 2026 - 14:25 WIB

24 Tahun Kepri, Ekonomi Tumbuh 6,99 Persen, Investasi Tembus Rp40,38 Triliun

24 September 2026 - 14:22 WIB

Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri, Lis Darmansyah Ajak Perkuat Kebersamaan Membangun Daerah

24 September 2026 - 14:18 WIB

Operasi Gabungan, Dishub Tanjungpinang Tertibkan Tiga Truk ODOL

24 September 2026 - 14:12 WIB

Trending di Tanjungpinang