Menu ✖

Mode Gelap
PRIMA DMI Langsa Genap 2 Tahun, Puluhan Elemen Diberi Apresiasi atas Dukungan kepada Remaja Masjid Wali Kota Langsa Buka PKRM 2026, Ketua PRIMA DMI Langsa Dorong Masjid Jadi Benteng Moral Generasi Muda LMB Kepri Kota Batam Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau Ke-24 Tahun Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-24 Kepri, Wawako Ariza Ajak Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028 Perkuat Ekosistem Inovasi, Batam dan Surabaya Teken Kerja Sama

Tanjungpinang

Wali Kota Lis Tertarik Konsep Waste to Money Banyumas dalam Pengelolaan Sampah

badge-check


					Wali Kota Lis Tertarik Konsep Waste to Money Banyumas dalam Pengelolaan Sampah Perbesar

Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular, Rabu (13/5).

Dalam kunjungan tersebut, Lis mempelajari konsep waste to money yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyumas sebagai model pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan volume limbah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sistem pengelolaan sampah di Banyumas dilakukan mulai dari pemilahan sampah di tingkat sumber hingga pengolahan di TPS3R dan TPST yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Residu hasil pengolahan kemudian dikirim ke TPST Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) untuk diproses lebih lanjut.

Melalui pengolahan tersebut, sampah menghasilkan berbagai produk turunan bernilai guna, seperti material anorganik bernilai ekonomis, maggot untuk pakan ternak, produk hasil pirolisis, paving block, hingga Refuse Derived Fuel (RDF). Hasil pengelolaan itu selanjutnya menjadi sumber pendapatan yang dimanfaatkan untuk mendukung biaya operasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat.

Lis menilai konsep waste to money yang diterapkan di Banyumas menjadi salah satu inovasi pengelolaan sampah yang menarik karena mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan konsep ini, sampah diolah menjadi sumber pendapatan yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung biaya operasional pengelolaan sampah,” ujarnya.

Menurut Lis, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mengelola sampah menjadi potensi ekonomi melalui sistem pengelolaan terpadu dapat menjadi referensi bagi Kota Tanjungpinang dalam mengembangkan pola penanganan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“Dengan sistem pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Lis juga meninjau langsung TPST BLE Banyumas yang menjadi salah satu contoh transformasi pengelolaan sampah modern berbasis prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan teknologi untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk turunan bernilai guna.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-24 Kepri, Wawako Ariza Ajak Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

24 September 2026 - 19:28 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, DPMPTSP Gelar Monev Triwulan III Bersama Satker MPP

24 September 2026 - 14:25 WIB

24 Tahun Kepri, Ekonomi Tumbuh 6,99 Persen, Investasi Tembus Rp40,38 Triliun

24 September 2026 - 14:22 WIB

Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri, Lis Darmansyah Ajak Perkuat Kebersamaan Membangun Daerah

24 September 2026 - 14:18 WIB

Operasi Gabungan, Dishub Tanjungpinang Tertibkan Tiga Truk ODOL

24 September 2026 - 14:12 WIB

Trending di Tanjungpinang