Menu

Mode Gelap
LMB Kepri Kota Batam Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau Ke-24 Tahun Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-24 Kepri, Wawako Ariza Ajak Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028 Perkuat Ekosistem Inovasi, Batam dan Surabaya Teken Kerja Sama 24 Tahun Kepri, Gubernur Ansar Tegaskan Semangat Bersama Menuju Kepri Maju Berkelanjutan Bertumpu pada Kekuatan Sejarah dan Budaya Ziarah Hari Jadi Ke-24 Kepri, Gubernur Ansar dan Wagub Nyanyang Kenang Jasa Para Pejuang, Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

Nasional

PB PII Bahas Krisis Anak Tidak Sekolah Bersama Wamensos RI

badge-check


					PB PII Bahas Krisis Anak Tidak Sekolah Bersama Wamensos RI Perbesar

Faktabatamnews.com. Jakarta-Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) bersama Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, membahas persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan serius dunia pendidikan nasional pada 2026.

Hal itu disampaikan Agus Jabo saat menerima audiensi PB PII di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada hari Senin (25/05/2025).

Dalam pertemuan tersebut, PB PII menyampaikan laporan komprehensif terkait kondisi ATS tahun 2026 sekaligus sejumlah rekomendasi strategis untuk penanganan di tingkat akar rumput. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah ATS di Indonesia mencapai 3,96 juta anak yang terdiri dari anak putus sekolah, lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan, hingga anak yang belum pernah bersekolah.

Ketua Umum PB PII, Amsal, menegaskan bahwa persoalan ATS tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan organisasi pelajar.

“PB PII siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman putus sekolah. Pendekatan sesama pelajar dinilai lebih efektif untuk menjangkau anak-anak yang rentan meninggalkan pendidikan,” ujar Amsal.

PB PII juga menawarkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pembentukan “Satgas Pelajar Peduli”, penguatan sekolah ramah anak, advokasi dana pendidikan berbasis daerah, hingga penguatan pendidikan vokasional bagi remaja usia produktif.

Selain itu, PB PII mendorong adanya forum koordinasi permanen yang melibatkan kementerian terkait dan organisasi pelajar untuk memetakan serta menangani persoalan ATS secara terpadu dan berkelanjutan.

Agus Jabo menyambut baik gagasan dan rekomendasi yang disampaikan PB PII. Menurutnya, keterlibatan organisasi pelajar sangat penting dalam memperkuat upaya pemerintah menekan angka putus sekolah serta memastikan hak pendidikan anak terpenuhi secara merata.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah dan organisasi kepelajaran dalam menghadapi tantangan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hari Jadi Kepri, Amsakar Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Berkelanjutan

24 September 2026 - 13:55 WIB

Indonesia Akan Kumpulkan Imam Besar Dunia, Diplomasi Agama Jadi Bahasan Utama

24 September 2026 - 11:58 WIB

Izin Kehutanan Disebut Mangkrak hingga 5 Tahun, Matahukum Soroti Kendali Sekjen Kemenhut

24 September 2026 - 11:50 WIB

Jelang IGIC 2026, PB PII Apresiasi Langkah Kemenag Perkuat Peran Imam Masjid

24 September 2026 - 11:43 WIB

Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 Kini Bertuliskan KRI Sriwijaya Nomor Lambung 100

24 September 2026 - 02:20 WIB

Trending di Nasional