Menu

Mode Gelap
Ziarah Makam Raja Pedir, Kapolres Pidie Bersama Forkopimda Kenang Sejarah di Hari Jadi Pidie ke-515 Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Agustus 2026: Arus Logistik Menguat, General Cargo Batu Ampar Tembus Target 102% Kecamatan Tanjungpinang Barat Sosialisasikan SIMPATI, Permudah Pelaporan dan Pengurusan Akta Kematian RKA 2027 Rp2,44 Triliun, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Percepatan Investasi Pendapatan Kepri Diproyeksikan Naik Rp82,19 Miliar dalam Perubahan APBD 2026 LMB KEPRI Kota Batam Tegas Soal Tragedi Setokok: Hukum Dua Kelompok, Jangan Merasa Paling Tersakiti

Regional

Menang di Pengadilan, Riza Fahlevi Dorong Reformasi PGRI Sumsel

badge-check


					Menang di Pengadilan, Riza Fahlevi Dorong Reformasi PGRI Sumsel Perbesar

Faktabatamnews.com. Palembang – Pasca kemenangan hukum yang diraih Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) versi Ketua Umum PB PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, Maka sengketa internal organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akhirnya menemui titik terang.

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta pada Senin lalu (4/5/2026) telah memutus perkara dengan nomor 66/B/TF/2026/PTTUN JKT, yang dimenangkan Ketua Umum PB PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, sebagai pihak pembanding.

Di Provinsi Sumatera Selatan Ketua Umun PGRI Sumsel yang baru di tunjuk Drs. H. Riza Pahlevi, M.M. menilai hal ini bukan saja sekadar akhir dari sengketa organisasi yang berlangsung cukup panjang. Lebih dari itu, putusan tersebut menjadi titik awal bagi lahirnya konsolidasi, rekonsiliasi, dan transformasi organisasi demi memperkuat peran PGRI sebagai rumah besar para guru.

Riza Fahlevi, dalam keterangan persnya menegaskan bahwa kemenangan yang diperoleh harus dimaknai sebagai kemenangan seluruh guru, bukan kemenangan kelompok tertentu. Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh hingga ke tingkat kabupaten/kota, cabang, dan ranting.

Menurut Riza, kepastian hukum yang telah diperoleh harus segera diikuti dengan penataan organisasi agar tidak lagi menimbulkan kebingungan di kalangan anggota mengenai kepengurusan yang sah.

“Konsolidasi menjadi penting agar seluruh elemen organisasi kembali berada dalam satu garis perjuangan yang sama. PGRI harus bergerak bersama untuk menjalankan fungsi organisasi secara optimal,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Selain konsolidasi, Riza menilai semangat rekonsiliasi harus menjadi prioritas utama pasca-putusan hukum. Konflik internal yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu telah melahirkan perbedaan pandangan di tengah organisasi. Karena itu, pendekatan persaudaraan dan dialog dinilai jauh lebih penting dibanding memperpanjang polarisasi.

“PGRI harus membuka ruang silaturahim dan komunikasi yang sehat. Energi organisasi tidak boleh terus habis untuk konflik, tetapi harus diarahkan bagi kemajuan guru dan pendidikan,” katanya.

Riza menegaskan, setelah persoalan internal terselesaikan, fokus organisasi harus kembali kepada kepentingan anggota. Berbagai persoalan yang dihadapi guru, mulai dari kesejahteraan, perlindungan hukum, peningkatan kompetensi hingga pengembangan karier, harus menjadi agenda utama organisasi ke depan.

Menurutnya, PGRI memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah berbagai tantangan yang dihadapi para pendidik, terutama di era perubahan pendidikan yang semakin dinamis.

Di sisi lain, kemenangan hukum tersebut juga harus menjadi momentum pembenahan tata kelola organisasi. PGRI Sumatera Selatan didorong untuk membangun sistem organisasi yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan demokratis sesuai dengan aturan organisasi maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kepercayaan anggota dan publik hanya dapat dibangun melalui tata kelola organisasi yang baik, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan guru,” tegasnya.

Sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, PGRI juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan publik. Riza menilai masyarakat harus melihat bahwa organisasi kini fokus pada pengabdian dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, bukan lagi disibukkan oleh persoalan internal.

Karena itu, PGRI Sumatera Selatan berkomitmen memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperjuangkan aspirasi guru dan meningkatkan mutu pendidikan.

Kolaborasi yang kuat, lanjut Riza, menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa depan sekaligus memastikan suara guru mendapatkan perhatian dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

“Kemenangan hukum harus diikuti oleh kemenangan moral dan kemenangan organisasi. Persatuan, kebersamaan, dan pengabdian kepada dunia pendidikan harus menjadi semangat utama seluruh insan PGRI,” ungkapnya.

Riza berharap momentum ini menjadi babak baru bagi PGRI Sumatera Selatan untuk kembali tampil sebagai organisasi yang kokoh, berwibawa, dan mampu memperjuangkan kepentingan pendidikan secara berkelanjutan.

“Dengan persatuan yang kuat, PGRI akan kembali menjadi rumah besar para guru yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota, masyarakat, dan kemajuan pendidikan Indonesia,” pungkasnya

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan

14 September 2026 - 01:24 WIB

Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi

14 September 2026 - 00:41 WIB

Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas

13 September 2026 - 17:55 WIB

Tiga Hari Digelar, 24 Masjid di Tangerang Selatan Ikuti Bimtek Pengelolaan Masjid Modern

13 September 2026 - 17:50 WIB

Kawal Pentas Remaja Masjid 2026, Farih Mumtaza Desak Elemen Negeri di Langsa Bersatu!

13 September 2026 - 16:50 WIB

Trending di Aceh