Menu ✖

Mode Gelap
Mendagri Tito Karnavian Resmikan Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat PSMTI Banten Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Terbuka Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan Bupati Aneng Sebut Kepri Terang Sentuh 14.340 Rumah Tangga Dalam Hari Jadi Kepri ke-24 APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar MK Jadwalkan Sidang Sengketa Ijazah SMA Gibran Rakabuming

Tanjungpinang

Wali Kota Lis Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Modern Berbasis RDF di Cilacap

badge-check


					Wali Kota Lis Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Modern Berbasis RDF di Cilacap Perbesar

Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mempelajari sistem pengelolaan sampah modern berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) RDF Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu (13/5).

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memperkuat referensi dan inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi modern.

Dalam pemaparan yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, dijelaskan bahwa TPST RDF Jeruklegi mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen melalui kerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Pengelolaan fasilitas tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Denmark sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu.

Kabupaten Cilacap yang memiliki luas wilayah 213.850 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 2.070.417 jiwa pada semester I tahun 2026, menghasilkan timbulan sampah sekitar 993 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 21,35 persen telah berhasil dikelola melalui sistem penanganan dan pengurangan sampah.

Lis menilai, pengelolaan sampah berbasis teknologi RDF menjadi salah satu langkah strategis yang dapat dipelajari untuk mendukung penanganan persoalan sampah di daerah.

“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Dibutuhkan inovasi dan teknologi agar sampah memiliki nilai manfaat sekaligus mengurangi beban lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus memperkuat referensi pemerintah daerah dalam menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Apa yang diterapkan di Cilacap tentu menjadi referensi yang sangat baik. Mulai dari pengolahan, pembiayaan, hingga kerja sama dengan industri dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain,” tambahnya.

Lis berharap pengelolaan sampah ke depan tidak hanya berorientasi pada penanganan akhir, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi sirkular serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

“Persoalan sampah harus ditangani secara terintegrasi. Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus bergerak bersama agar pengelolaan lingkungan berjalan optimal,” harapnya.

Dalam penjelasan tersebut, TPST RDF Jeruklegi dibangun dengan nilai proyek sekitar Rp84 miliar dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti mesin pencacah (shredder), drying bay, serta mesin pengayak (screener). Teknologi bio drying membrane yang diterapkan mampu mengolah sampah menjadi RDF dalam waktu sekitar 21 hari sebelum dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri semen.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lestarikan Warisan Melayu, Yoni Fadri Apresiasi Kemah Budaya Pulau Penyengat 2026

25 September 2026 - 14:47 WIB

Wako Lis Apresiasi Pandangan Fraksi, Jadi Bahan Penyempurnaan Perubahan APBD 2026

25 September 2026 - 10:56 WIB

Wako Lis Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2026 kepada DPRD

25 September 2026 - 10:53 WIB

Pawai Lampion Festival Mooncake Semarak, Sekda Zulhidayat: Simbol Keharmonisan dan Keberagaman Tanjungpinang

25 September 2026 - 10:47 WIB

Museum dan Monumen Bahasa Nasional Mulai Dibangun di Pulau Penyengat

25 September 2026 - 10:42 WIB

Trending di Tanjungpinang