Menu

Mode Gelap
Indonesia Akan Kumpulkan Imam Besar Dunia, Diplomasi Agama Jadi Bahasan Utama Izin Kehutanan Disebut Mangkrak hingga 5 Tahun, Matahukum Soroti Kendali Sekjen Kemenhut Jelang IGIC 2026, PB PII Apresiasi Langkah Kemenag Perkuat Peran Imam Masjid Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 Kini Bertuliskan KRI Sriwijaya Nomor Lambung 100 DPRD Padang Pertanyakan Prospek Bisnis Baru Perumda PSM, Rental Mobil dan Angkutan Sampah B3 Masih Dikaji Gubernur Ansar Ahmad: Museum dan Monumen Tugu Bahasa Adalah Upaya Memperkuat Sejarah Melayu

Batam

Kunjungan DPRD DKI Jakarta ke Batam, Li Claudia Soroti Investasi hingga Waste to Energy

badge-check


					Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Perbesar

Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Faktabatamnews.com. BatamPelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyoroti pesatnya pertumbuhan investasi serta langkah transformasi pengelolaan sampah menuju teknologi Waste to Energy (WTE) saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (2/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Li Claudia memaparkan berbagai strategi pembangunan yang dijalankan Pemko Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, dan mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kunjungan tersebut menjadi forum pertukaran informasi dan pengalaman terkait pembangunan infrastruktur, pengelolaan persampahan, serta tata kelola pembangunan daerah. Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mempelajari berbagai kebijakan pembangunan yang diterapkan Pemerintah Kota Batam.

“Kami ingin bersilaturahmi sekaligus belajar dari Batam. Banyak hal yang ingin kami pelajari, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sampah,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Li Claudia yang juga sebagai Plh Kepala BP Batam, menjelaskan bahwa capaian pembangunan Batam tidak terlepas dari sinergi yang terbangun antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Menurutnya, koordinasi yang baik antara kedua institusi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong investasi dan percepatan pembangunan daerah.

“Pemko Batam dan BP Batam terus bersinergi dalam mendukung pembangunan. Tidak ada lagi ego sektoral maupun tumpang tindih kewenangan. Semua berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah,” kata Li Claudia.

Ia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Batam saat ini mencapai 6,8 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi tersebut ditopang oleh tingginya realisasi investasi serta meningkatnya aktivitas sektor pariwisata.

Selain itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam telah menembus lebih dari Rp4 triliun. Lebih dari separuh pendapatan daerah berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan salah satu kontribusi terbesar berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Meski demikian, Li Claudia menilai pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi tantangan yang harus diantisipasi pemerintah daerah. Tingginya arus migrasi ke Batam berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan, kesehatan, dan penyediaan lapangan kerja.

“Pertumbuhan penduduk Batam sangat tinggi. Banyak masyarakat datang untuk mencari pekerjaan. Karena itu, pemerintah harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, pengelolaan sampah juga menjadi salah satu topik yang dibahas. Li Claudia menjelaskan, Pemko Batam tengah memperkuat sistem persampahan melalui sejumlah langkah strategis, termasuk pembangunan blok sel baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Blok sel baru tersebut diproyeksikan mampu menampung volume sampah Kota Batam yang berkisar antara 1.000 hingga 1.300 ton per hari untuk empat tahun mendatang.

Selain itu, Pemko Batam juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pengembangan teknologi Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.

“Kami sedang mempersiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Ke depan, arah kebijakan kami adalah menjadikan sampah sebagai sumber energi. Saat ini Batam masih memiliki ketersediaan lahan yang memadai untuk mendukung proses transisi menuju sistem tersebut,” kata Li Claudia.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendukung pertumbuhan kota sekaligus menjaga kualitas lingkungan di tengah pesatnya pembangunan Batam

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Supriyadi Solidkan Barisan dukung Amsakar Achmad Pimpin MD KAHMI Batam Periode 2026-2031.

23 September 2026 - 17:22 WIB

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

23 September 2026 - 14:50 WIB

Rokok Rave Tanpa Pita Cukai Diduga Beredar di Kepri, Jalur Laut Jadi Sorotan

23 September 2026 - 14:48 WIB

Peringati Milad Perkumpulan Urang Banten dan Maulid Nabi SAW, Warga Banten di Kepri Diimbau Jaga Kondusivitas dan Perkuat Kolaborasi Pembangunan

22 September 2026 - 17:34 WIB

Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Permudah Administrasi Kapal Nelayan di Hinterland

22 September 2026 - 16:18 WIB

Trending di Batam