Menu ✖

Mode Gelap
Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia Pemko Tanjungpinang apresiasi dan dukung kinerja KPU terkait pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Kemenekraf Ingin Nilai Ekspor Jasa Kreatif Digital Lebih Terukur Ranperda Perubahan APBD 2026 Disahkan, Wako Lis Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Kebutuhan Masyarakat Ranperda Pembangunan Industri Disepakati, Wako Lis Harapkan Dorong Kegiatan Ekonomi Nyata bagi Masyarakat DPP Gencar Sarankan Gubernur Bagikan Dana Banpres ke Puluhan Ribu Penderita ISPA

Kepri

BP Batam Pacu Percepatan Pengelolaan Sampah, Siapkan Skema Kemitraan hingga WTE

badge-check


					BP Batam Pacu Percepatan Pengelolaan Sampah, Siapkan Skema Kemitraan hingga WTE Perbesar

FaktaBatamNews.com, Batam-Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam memacu percepatan pengelolaan sampah melalui skema kemitraan dengan pihak ketiga serta penerapan teknologi pengolahan modern. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis (6/2).

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan percepatan menjadi kunci agar program pengelolaan sampah yang telah dialokasikan dalam Anggaran 2026 tidak terlambat dieksekusi.

“Kalau penganggarannya sudah kita plotting di tahun 2026, mestinya semua tahapan sudah dipersiapkan sejak awal. Jangan sampai program baru berjalan di bulan ke-5 atau ke-6,” ujar Amsakar, Minggu (8/2).

Selain persoalan waktu, rapat juga menyoroti pentingnya pemetaan timbulan sampah secara akurat. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan pola kerja sama dengan pihak swasta agar pengelolaan sampah berjalan efektif dan berkelanjutan.

Saat ini, timbulan sampah di Batam berada pada kisaran 7,5 hingga 8 juta ton, sehingga diperlukan terobosan pengolahan yang lebih modern. Salah satu opsi yang dikaji adalah penerapan teknologi Waste to Energy (WTE), yang memungkinkan sampah diolah menjadi sumber energi.
“Dengan volume sampah yang besar, diperlukan sistem yang bisa langsung mengolah, termasuk pemanfaatan teknologi WTE,” katanya.

Amsakar menjelaskan, pembahasan juga mencakup aspek pengadaan barang dan jasa. Sejumlah skema kerja sama tengah dikaji, mulai dari Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) hingga pelelangan parsial yang dapat difokuskan pada sektor hulu maupun hilir.

Opsi lain yang turut dipertimbangkan meliputi penyediaan sumber daya manusia saja atau paket lengkap termasuk armada operasional. Ia meminta tim teknis menyusun perencanaan terintegrasi agar seluruh tahapan berjalan selaras dan tidak terpisah-pisah.

“Perencanaan harus satu kesatuan. Apalagi dengan adanya pejabat baru di lingkungan terkait, perlu adaptasi yang cepat agar program tidak tersendat,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya sinkronisasi antara BP Batam dan Pemko Batam dalam merespons persoalan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan kota dan aktivitas ekonomi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

30 September 2026 - 12:38 WIB

Dinkes dan YKI Kepri Laksanakan Program Sejuta Vaksin KORPRI untuk ASN dan Keluarga

30 September 2026 - 01:08 WIB

Wagub Kepri Sambut Praktisi Medis Internasional, Kesempatan Bangun Jejaring dari Berbagai Negara

30 September 2026 - 00:05 WIB

UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Konektivitas Pelayaran Tertinggi di Dunia

29 September 2026 - 21:54 WIB

Penanganan Kemiskinan Berkinerja Positif, Pemko Batam Terus Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi

29 September 2026 - 18:40 WIB

Trending di Batam