MAKIN PANAS..! Tersangka Penyadapan Prabowo Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi Dipindahkan ke Rutan Mako Brimob RSUD Embung Fatimah Batam Kembangkan LENTERA, Permudah Layanan Pendidikan dan Penelitian Ketua Bidang Kajian Aksi Strategis DPP GEMURA: Jangan Biarkan Isu Dasco Gantikan Wapres Mengaburkan Penuntasan Dugaan Penyadapan Ilegal Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Persoalan Biasa, Negara Harus Waspadai Potensi Rogue Faction Beasiswa Pemko Batam Antar 29 Mahasiswa Menempuh Pendidikan di ITB, Dapat Apresiasi Amsakar Paparkan Inovasi Unggulan Batam pada Penilaian IGA 2026, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Tanjungpinang

Hujan Minim, Kabut Asap dari Kalimantan Masih Berpotensi Masuk Kepri

badge-check


					Hujan Minim, Kabut Asap dari Kalimantan Masih Berpotensi Masuk Kepri Perbesar

Faktabatamnews.com. Kota Tanjungpinang – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) berpotensi bertahan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Kepri didominasi cerah berawan, dengan peluang hujan yang rendah.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan hujan berpotensi turun dalam waktu dekat. Namun, hujan yang diperkirakan turun bersifat lokal dengan intensitas ringan sehingga belum cukup membantu mengurangi kabut asap.

“Kalau posisi prediksi kita memang ada potensi hujan, tapi itu sangat lokal dan kondisinya ringan, itu pun baru kita memperkirakan,” ujar Ahmad, Senin (14/9/2026).

Kabut asap dari Kalimantan juga berpotensi masuk ke Kepri. Kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut masih berlangsung, sementara angin dari arah tenggara hingga selatan dapat membawa asap menuju Kepri.

“Selama di Kalimantan kondisinya masih terbakar cukup masif, itu akan tetap berdampak,” ucapnya.

Dalam tiga hari ke depan hingga 15 September 2026, peluang hujan lebih banyak terdapat di wilayah Kepri bagian utara, termasuk Anambas. Sementara Tanjungpinang dan Bintan masih memiliki peluang hujan yang rendah.

“Kalau saya lihat di wilayah Kepri bagian utara, yang masuk wilayah Anambas ada hujan, kalau di kita kebetulan tidak ada,” katanya.

Kondisi udara yang mulai memburuk juga menjadi perhatian Pemko Tanjungpinang. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanjungpinang Teguh Susanto mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

“Indeks kualitas udara pagi ini tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker,” ujar Teguh.

Kabut asap yang mulai terasa juga mengganggu aktivitas warga. Agung, warga Perumahan Kijang Kencana 3, mengaku jarak pandang saat berkendara terganggu. Ia juga menggunakan masker ketika bepergian dengan sepeda motor.

“Saya pakai motor, jadi harus pakai masker karena selain mengganggu jarak pandang juga mengganggu pernapasan,” tutur Agung.

Agung berharap pemerintah ikut membantu warga menghadapi kondisi tersebut, salah satunya dengan menyediakan masker.

“Harapan kami pemerintah dapat membantu masyarakat, misalnya pemberian masker,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri

5 November 2026 - 05:16 WIB

Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU

5 November 2026 - 05:13 WIB

Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin

5 November 2026 - 05:01 WIB

Wali Kota Lis: Kemitraan REI dan Pemda Buka Peluang Investasi di Tanjungpinang

5 November 2026 - 04:58 WIB

Pemko Siapkan Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Pusat Ekonomi Baru Mulai 2027

5 November 2026 - 04:54 WIB

Trending di Tanjungpinang