Faktabatamnews.com. Tangsel-Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Banten melakukan audiensi dengan Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada Kamis (24/9). Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara PSMTI Provinsi Banten dengan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, GS Ashok Kumar, yang memberikan rekomendasi agar PSMTI melakukan pertemuan dengan pihak UT.
Rombongan PSMTI Provinsi Banten diterima hangat oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka Pondok Cabe, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si. bersama dosen UT Pondok Cabe.
Dalam pertemuan tersebut, PSMTI Provinsi Banten memperkenalkan organisasi sekaligus membahas peluang kolaborasi dengan UT. Penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi berbagai program konkret yang saling mendukung, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Ketua PSMTI Provinsi Banten, S. Suryadi H, menyampaikan harapannya agar penjajakan kerja sama dengan UT dapat segera ditindaklanjuti. “Harapan kami kerja sama ini bisa segera diwujudkan dalam penanda tanganan Memorandum of Agreement (MoA). Sehingga program kerja sama dapat segera dijalankan dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan,” ujar S. Suryadi H.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah gagasan kerja sama pendidikan turut dibahas, antara lain program student exchange, diskusi akademik, serta peluang kerja sama antara UT dengan Universitas di Tiongkok. Salah satu peluang yang dibahas adalah penjajakan kerja sama antara UT dengan Capital Normal University (CNU) di Beijing, termasuk kemungkinan pengembangan program pertukaran mahasiswa, kerja sama akademik, serta peluang beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke Tiongkok.
Selain itu, pengembangan pendidikan yang berkaitan dengan Bahasa Mandarin dan Sastra Mandarin juga menjadi salah satu bidang yang dapat dikaji lebih lanjut.
Menurut S. Suryadi H, UT memiliki keunggulan dalam memberikan akses pendidikan yang luas dan fleksibel kepada masyarakat.
“Dengan biaya kuliah yang relatif terjangkau yakni hanya sebesar 1,5 juta per semester, UT bisa membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat yang mungkin memiliki keterbatasan ekonomi tetapi tetap ingin melanjutkan pendidikan tinggi darimana pun karena sistemnya adalah Pembelajaran Jarak Jauh. PSMTI Banten berharap dapat ikut menyosialisasikan informasi ini kepada masyarakat yang membutuhkan, karena mungkin masih banyak yang belum mengetahuinya,” tuturnya.
Selain pendidikan akademik, pertemuan juga membahas peluang kerja sama dengan Sekolah Vokasi UT yang resmi hadir pada 15 September 2025 lalu sebagai bagian dari komitmen UT dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) serta perkembangan teknologi di era digital.
Dengan sistem Pendidikan Jarak Jauh, UT memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri untuk memperoleh pendidikan dan keterampilan terapan tanpa terbatas ruang dan waktu.
Saat ini terdapat enam bidang program studi vokasi yang sedang dikembangkan, yaitu Kesehatan, Kearsipan, Teknologi Informasi, Akuntansi Bisnis Digital, Manajemen Logistik, serta Electric Vehicle (EV).
PSMTI Provinsi Banten melihat peluang untuk ikut menjembatani mahasiswa Sekolah Vokasi dengan dunia usaha dan industri melalui jaringan perusahaan yang terhubung dengan PSMTI Pusat maupun jejaring PSMTI di berbagai daerah.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan magang bagi mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Vokasi UT, sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata yang sesuai dengan bidang pendidikan mereka.
“Untuk Sekolah Vokasi, kami berharap PSMTI Provinsi Banten bisa ikut menjembatani mahasiswa dan mahasiswi untuk mendapatkan kesempatan magang di perusahaan-perusahaan yang memiliki jaringan dengan PSMTI. Dengan begitu, pendidikan yang mereka dapatkan bisa semakin terhubung dengan kebutuhan dunia kerja,” jelas S. Suryadi H. (*/Akm)












