Menu

Mode Gelap
Perkuat Regenerasi Kepemimpinan, Mabes TNI Gelar Sertijab dan Dansesko TNI dan Pangkogabwilhan II PKP Bakal Revisi Definisi MBR dan Hapus Hambatan Domisili Bupati Anambas Buka Rapat Kerja Koni Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun Anggaran 2026, Perkuat Persiapan Menuju Porprov Kepri Bupati Aneng Hadiri Kegiatan Asri Di Jemaja Timur. Komisariat HMI Sekawasan Batam Desak Transparansi Kejaksaan Negeri Batam Terkait Dugaan Maladministrasi dan Tindak Pidana Korupsi Dana Umat pada Baznas Kota Batam PEMUDA ICMI KEPRI: SKCK bagi Pendatang, Solusi atau Beban Administrasi Baru?

Advetorial

DPRD Batam Bahas Revisi Perda Sampah, Timbulan Capai 1.300 Ton per Hari

badge-check


					DPRD Batam Bahas Revisi Perda Sampah, Timbulan Capai 1.300 Ton per Hari Perbesar

DPRD Batam Bahas Revisi Perda Sampah, Timbulan Capai 1.300 Ton per Hari

Faktabatamnews.com. Rapat paripurna yang digelar Rabu (29/4/2026) itu dipimpin Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, bersama jajaran pimpinan dewan dan dihadiri Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Batam-DPRD Kota Batam mulai membahas revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah di tengah meningkatnya timbulan sampah yang mencapai sekitar 1.300 ton per hari.

Rapat paripurna yang digelar Rabu (29/4/2026) itu dipimpin Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, bersama jajaran pimpinan dewan dan dihadiri Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Dalam rapat tersebut, DPRD menyetujui pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) perubahan atas Perda Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Persampahan untuk dibahas lebih lanjut.

Kamaluddin menilai, regulasi yang telah berusia lebih dari satu dekade itu tidak lagi mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah di Batam saat ini.

“Perda ini sudah cukup lama dan tidak lagi relevan dengan kondisi sekarang, sehingga perlu diperbarui sebagai dasar pembenahan tata kelola persampahan,” ujar Kamaluddin dalam sidang.

Ia menambahkan, pengajuan ranperda tersebut juga merujuk pada kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan Batam sebagai daerah yang memerlukan pembinaan dalam pengelolaan sampah.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan Batam sebagai pusat ekonomi membawa konsekuensi serius terhadap volume sampah.

Berdasarkan data Rencana Induk Persampahan 2025–2045, produksi sampah di Batam pada 2025 mencapai sekitar 1.300 ton per hari, seiring jumlah penduduk yang telah menyentuh 1,3 juta jiwa.

“Kondisi ini menuntut pembaruan kebijakan dan penguatan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan,” kata Amsakar.

Ia menjelaskan, ranperda yang diajukan memuat sejumlah pembaruan, mulai dari penguatan peran pemerintah daerah, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengolahan sampah.

Selain itu, regulasi baru juga diarahkan untuk membuka peluang investasi, termasuk pengolahan sampah menjadi energi dan produk bernilai ekonomi.

Ranperda tersebut diajukan melalui mekanisme kumulatif terbuka karena belum masuk dalam Program Pembentukan Perda (Propemperda) 2026, namun dinilai mendesak untuk segera dibahas.

Setelah penyampaian penjelasan dari wali kota, DPRD menjadwalkan pembahasan lanjutan, termasuk pandangan fraksi-fraksi, pada rapat paripurna berikutnya yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemko Batam Salurkan 66 Hewan Kurban, Distribusi hingga ke Wilayah Hinterland

28 Mei 2026 - 16:48 WIB

KETUA DPRD KEPRI SALURKAN BANTUAN HEWAN QURBAN KE MASJID NURUL QOMAR BENGKONG

28 Mei 2026 - 11:31 WIB

Pamit ke Tanah Suci, Amsakar Titip Batam dan Mohon Doa untuk Perjalanan Haji

21 Mei 2026 - 12:50 WIB

BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca, Antisipasi Dampak “El Nino” Demi Jaga Ketahanan Air Baku

17 Mei 2026 - 16:00 WIB

Pemko Batam Pastikan Pembangunan Sarpras Kodaeral IV Tidak Ganggu Anggaran Pendidikan

16 Mei 2026 - 02:53 WIB

Trending di Advetorial