Menu

Mode Gelap
Indomaret Grand Opening pada 19 Juni, Wali Kota Lis Diagendakan Hadir saat Peresmian Hadiri Pencanangan SE2026, Raja Ariza Ajak Warga Tanjungpinang Dukung Pendataan Ekonomi Wali Kota Lis Dorong ASN Jadikan Disiplin dan Integritas Sebagai Budaya Kerja Pelaku Usaha hingga Digital Akan Didata dalam Sensus Ekonomi 2026 Firmansyah Apresiasi Layanan Rahn BRK Syariah, Perkuat Akses Pembiayaan Masyarakat Batam Rakor PBNN 2026, Sekda Batam Dorong Optimalisasi Informasi Publik di Era Digital

Dunia

Macron Guncang Geopolitik, Ajak Negara Kekuatan Menengah untuk Tak Jadi Vassal Dua Adidaya di Tengah Perang Iran Vs AS-Israel

badge-check


					Macron Guncang Geopolitik, Ajak Negara Kekuatan Menengah untuk Tak Jadi Vassal Dua Adidaya di Tengah Perang Iran Vs AS-Israel Perbesar

FaktaBatamNews.Com. Seoul – Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan seruan yang mengguncang panggung geopolitik di tengah berkecamuknya perang sengit antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, dengan mengajak negara-negara kekuatan menengah untuk bersatu dan tidak menjadi vassal dari dua adidaya yang sedang bertikai.
Berdiri di hadapan para mahasiswa di Universitas Yonsei, Seoul, Macron tidak menyembunyikan kegelisahannya mengenai situasi global yang semakin tidak menentu akibat konflik berkepanjangan tersebut.
Dunia saat ini sedang menyaksikan perang brutal yang telah memasuki minggu kelima, sejak 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran yang diawali dengan terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
“Tujuan kita bukanlah menjadi vassal dari dua kekuatan hegemonik,” ujar Macron dengan tegas di hadapan para mahasiswa.
“Kita tidak ingin bergantung pada dominasi, katakanlah China, atau kita tidak ingin terlalu terekspos pada ketidakpastian Amerika Serikat,” lanjut pernyataan presiden Prancis tersebut.
Pernyataan ini merupakan seruan perang diplomatik yang menandai babak baru dalam tatanan global, tepat ketika dunia berada di ambang kehancuran ekonomi akibat konflik yang telah merenggut ribuan nyawa.
Macron secara spesifik menyebut sejumlah negara yang dianggap memiliki pandangan serupa dan sama-sama dirugikan oleh ketidakstabilan global, antara lain Jepang, Korea Selatan, Australia, Brasil, Kanada, serta India.
Menurut Macron, negara-negara kekuatan menengah ini memiliki agenda bersama dalam berbagai isu krusial seperti hukum internasional, demokrasi, perubahan iklim, dan kesehatan global.
Bersama-sama, mereka dapat bekerja sama di berbagai bidang strategis termasuk kecerdasan buatan, ruang angkasa, energi nuklir, pertahanan, serta keamanan regional dan global.
Seruan penting Macron ini muncul tepat ketika perang antara Iran melawan AS-Israel mencapai titik kritis dengan korban jiwa yang terus berjatuhan.
Lebih dari 1.340 orang telah tewas sejak konflik dimulai, termasuk jajaran tertinggi kepemimpinan Iran seperti mantan Pemimpin Tertinggi Sayyid Ali Khamenei, Panglima IRGC Mohammad Pakpour, serta Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bank Sentral Indonesia & China Sepakati Teken Sejarah Tanpa Bergantung Dolar Amerika

13 Juni 2026 - 03:02 WIB

Supertanker Iran Lolos Blokade AS, Terpantau Berlayar di Perairan Indonesia

3 Mei 2026 - 17:32 WIB

Vietnam Juara Piala AFF U-17 di Kandang Indonesia

25 April 2026 - 20:14 WIB

Berapa lama Iran bertahan menghadapi blokade Hormuz dan berapa lama lagi AS bisa bertahan?

25 April 2026 - 17:57 WIB

Hungaria Berubah Arah: PM Baru Siap Tangkap Netanyahu

22 April 2026 - 08:50 WIB

Trending di Dunia